PLTBm Bambu Beroperasi di Mentawai, Yudas: Desa Minus Listrik Masih Banyak

AI Mangindo Kayo | Selasa, 17-09-2019 | 17:13 WIB | 181 klik | Kab. Mentawai
<p>PLTBm Bambu Beroperasi di Mentawai, Yudas: Desa Minus Listrik Masih Banyak<p>Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bapppenas), Bambang Brodjonegoro berdialog dengan pekerja pada Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm) di Desa Saliguma, Pulau Siberut, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Selasa (17/9/2019). Turut mendampingi Bupati Mentawai, Yudas Sabagalet dan Nasrul Abit (Wagub Sumbar). (humas)

VALORAnews - Bupati Kabupaten Kepulauan Mentawai, Yudas Sabaggalet mengatakan, sejumlah tantangan hadir seiring beroperasinya Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm) di tiga desa di Pulau Siberut, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Selasa (17/9/2019). Salah satunya, tenaga teknis yang ahli dalam pengelolaan

"Pemkab Mentawai siap mencarikan solusi agar masalah tenaga teknis ini bisa segera teratasi," kata Yudas saat peresmian tiga PLTBm ini di Desa Saliguma, Pulau Siberut Tengah.

Menurut Yudas, kendati sudah teraliri listrik, PLTBm ini baru mampu mengaliri listrik ke masyarakat selama 12 jam. Kedepan, seluruh unit PLTBm itu akan digabungkan, sehingga tercipta interkoneksi listrik dengan pembangkit lain di Pulau Siberut ini.


"Rencananya, ketiga pembangkit listrik itu akan sehingga terjadi interkoneksi dan tentu saja aliran listriknya akan maksimal diterima warga," ungkap Yudas. (Baca: Menteri Bapenas Resmikan Pembangkit Listrik Biomassa di Mentawai)

Dikatakan Yudas, nilai investasi pembangunan tiga PLTBm ini mencapai angka Rp150 Miliar. Yudas berharap, pendistribusian listrik ini akan diperluas terutama ke seluruh daerah Kabupaten Kepulauan Mentawai. Karena, masih banyak desa di Kabupaten Mentawai yang belum dialiri listrik.

"PLTBm ini telah lama dinantikan masyarakat Mentawai," imbuhnya.

Setelah dilakukan uji coba, pembangkit listrik bambu ini bisa berjalan selama 12 jam. Kemudian, mulai dioperasionalkan pukul 18.00 WIB sampai pukul 24.00 WIB. Untuk wilayah Desa Saliguma, ada 388 Kepala Keluarga (KK) yang menikmati listrik biomassa bambu ini, sedangkan di Desa Madobag 468 KK, dan Desa Matotonan 256 KK.

"Kita berharap, pemerintah pusat maupun provinsi, tetap mendukung pembangunan PLTBm dalam bentuk pengelolaan, sehingga tetap bermanfaat masyarakat di Mentawai," harap Yudas.

Peresmian PLTBm pertama di Sumatera Barat (Sumbar) oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bapppenas), Bambang Brodjonegoro ini, turut dihadiri Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit, Dirjen Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM, FX Sutijastoto.

Kemudian, Dirjen Bisnis Regional Sumatera, Wiluyo Kusdwiharto, Kepala Bappeda Sumbar, Sekda Mentawai, Forkopimda dan pimpinan OPD Mentawai. (rls/kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Ranah lainnya
Berita Kab. Mentawai lainnya