400 Urang Awak di Wamena Minta Dipulangkan, Wagub: Mereka Sudah Terdaftar di Kodim

AI Mangindo Kayo | Jumat, 27-09-2019 | 07:26 WIB | 54 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>400 Urang Awak di Wamena Minta Dipulangkan, Wagub: Mereka Sudah Terdaftar di Kodim<p>Wagub Sumbar, Nasrul Abit saat menanti peti jenazah warga Sumbar asal Pessel yang jadi korban kerusuhan di Wamena, Papua, di Bandara Internasional Minangkabau, Kamis (26/9/2019). (humas)

VALORAnews - Warga Sumatera Barat yang berada di Wamena, jadikan lonceng sebagai penanda apabila terjadinya serangan secara mendadak dari warga setempat. Mereka terus dalam kondisi bersiaga. Selain itu, 400 urang awak yang bermukim di Wamena, berharap bisa segera pulang kampung.

"Kalau ada serangan, mereka membunyikan lonceng. Kalau lonceng itu berbunyi, semua masyarakat yang laki-laki turun semua. Jadi, mereka semua menghadang jika ada serangan dari luar. Itu informasi yang kita terima," kata Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit, Kamis (26/9/2019).

"Saat ini, warga kita di sana, mengungsi dibeberapa titik seperti di Kodim dan Polres setempat," tambahnya.


Menurut Nasrul Abit, untuk memulangkan seluruh warga Sumbar yang ada di Wamena itu, bukanlah perkara mudah. Selain kondisi yang belum kondusif, biaya kepulangan mereka juga terbilang cukup besar. Namun demikian, Pemerintah Provinsi dan Pemkab Pesisir Selatan, tengah berupaya keras mencari jalan agar mereka yang ingin pulang, dapat difasilitasi.

"Warga kita yang sudah mendaftar di Kodim, sebanyak 400 orang. Mereka ingin pulang. Nah ini tentu tidak mudah bagi kita. Kita perlu komunikasi dulu, nanti saya lapor ke gubernur," terangnya.

"Kita rapat dulu dan juga koordinasikan dengan Pemkab Pesisir Selatan. Yang jelas, nanti kita ambil langkah-langkah untuk memulangkan mereka, jika mereka memang tidak aman di sana," tambah Nasrul Abit.

Nasrul Abit mengimbau masyarakat Sumatera Barat yang masih berada di Wamena, untuk tetap waspada dan mencari tempat-tempat yang lebih aman. Pemprov Sumbar, kata Nasrul, sampai saat ini masih terus berkomunikasi dengan pihak terkait, untuk mengetahui situasi terbaru dan mencari jalan agar mereka yang ingin pulang dapat difasilitasi.

"Kita terus mencari solusi, agar warga kita ini dapat dipulangkan," tutur Nasrul Abit. (rls/vry)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Rantau lainnya
Berita Provinsi Sumatera Barat lainnya