Kerusuhan Wamena, Boy Rafli: Bukan Genosida

AI Mangindo Kayo | Selasa, 01-10-2019 | 19:58 WIB | 138 klik | Nasional
<p>Kerusuhan Wamena, Boy Rafli: Bukan Genosida<p>Wakil Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri, Irjen Pol Boy Rafli, Doni Monardo (kepala BNPB) dan Nasrul Abit (Wagub Sumbar) saat disambut Gubernur Papua, Lukas Enembe, di Wamena, Senin (30/9/2019). (istimewa)

VALORAnews - Pascakerusuhan berdarah, Irjen Pol Boy Rafli Amar melakukan kunjungan ke Wamena bersama Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana, Doni Monardo. Rafli bersama rombongan menjenguk para korban yang tengah mendapatkan perawatan di RSUD Wamena, Senin (30/9/2019).

Putri (30) pendatang asal Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat yang ikut jadi korban kerusuhan tersebut, juga sedang memperoleh perawatan medis dari RSUD Wamena. Dia meluapkan trauma dan ketakutan saat mendapatkan kunjungan tersebut.

"Para korban luka sudah mendapatkan perawatan medis. Ibu Putri, orang Minang asal Pesisir Selatan, kondisinya sudah makin membaik," kata Boy Rafli, Wakil Kepala di Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri, saat diwawancarai, Selasa (1/10/2019).


Kedatangan rombongan mantan Kapolda Papua itu, disambut Gubernur Papua, Lukas Enembe di Gedung Negara, didampingi Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Herman Asaribab, Asisten Bidang Pemerintahan Sekda Provinsi Papua, Doren Warkerwa, Asisten Bidang Perekonomian Sekda Provinsi Papua, Musad, dan sejumlah Pimpinan OPD di Lingkungan Pemerintahan Provinsi Papua, Ahad (29/9/2019) malam.

Boy Rafli juga mengucapkan duka cita dan menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam pada keluarga korban. "Kejadian ini murni dipicu kesalahpahaman saat menerima informasi dari media sosial, bukan kasus genosida. Seharusnya masyarakat jangan mudah terpancing Hoax," tegasnya.

"Warga pendatang diharapkan tetap tenang, baik bagi yang bertahan di Wamena maupun yang eksodus. Karena bapak gubernur Papua telah menjamin keamanan pascakerusuhan, tidak perlu meminta dipulangkan ke kampung halaman. Di mana saja kita hidup, akan sama saja," kata Boy Rafli.

Selain itu, Boy Rafli juga mengatakan, "Polri secara aktif tengah berupaya menciptakan kembali situasi yang kondusif, dengan melakukan pendekatan persuasif pada sumber kerusuhan. Papua adalah saudara kita, kita sama-sama warga NKRI yang ingin memperoleh kehidupan yang aman, tertib dan nyaman."

"Semoga situasi makin kondusif dan warga dapat segera menghilangkan trauma atas kerusuhan yang telah terjadi, agar dapat beraktivitas seperti semula," kata Boy Rafli yang juga urang awak asal Koto Gadang, Agam itu. (rls)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Rantau lainnya
Berita Nasional lainnya