Padang Butuh Generasi Muda Inovatif

AI Mangindo Kayo | Sabtu, 04-10-2019 | 08:07 WIB | 86 klik | Kota Padang
<p>Padang Butuh Generasi Muda Inovatif<p>Wako Padang, Mahyeldi beserta jajaran, foto bersama dengan milineal pemenang lomba 'Innovation Paper Competition' (IPC) atau Paper Innovation Contest (PIC) 2019 di kediaman resmi wali kota, Rabu (2/10/2019). (humas)

VALORAnews - Kota Padang butuh generasi muda yang inovatif untuk memacu pertumbuhan ekonomi dan pembangunan, seperti dibidang Teknologi Informasi (IT), pariwisata, transportasi, ekonomi dan kebencanaan.

"Melalui inovasi, diharapkan Padang mampu menempatkan dirinya sejajar dengan kota-kota lainnya di Indonesia," ujar Wali Kota Padang, H Mahyeldi pada para milineal pemenang lomba 'Innovation Paper Competition' (IPC) atau Paper Innovation Contest (PIC) 2019 di kediaman resmi wali kota, Rabu (2/10/2019).

Menurutnya, Indonesia butuh orang yang mampu berinovasi. Dengan inovasi tersebut akan lahir pemikiran dan gagasan baru untuk mengembangkan berbagai supra dan infra struktur seperti di bidang ekonomi, pariwisata, kebencanaan, Smart City, transportasi dan lainnya.


"Untuk itu agar inovasi tersebut bisa ditelaah atau dikaji sesuai dengan kebutuhan SKPD terkait, sehingga pemikiran baru tersebut memberikan dampak positif bagi kemajuan Kota Padang," ujar Mahyeldi.

Diketahuai, IPC 2019 merupakan rangkaian Padang Economic Conference (PEC) 2019 yang dilaksanakan di Padang bebera waktu lalu.

Dalam evant bergensi tersebut, berhasil keluar lima orang pemenang dengan inovasi di bidang Ekonomi, Kebencanaan, Pariwisata, Smart City dan Trasportasi. Masing-masing pemenang lomba diminta untuk mempertasikan inovasinya dihadapan Wali Kota Padang.

Paper pertama betajuk Ekonomi Kreatif diusung Mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP), Nanda Alfarina dengan pengembangkan aplikasi RuangMuslimah.com. Yaitu berupa platform busana muslim berbasis digital ini memungkin masyarakat untuk membeli dan memilih fashion yang diinginkan. Konsumen juga bisa memilih tempat untuk menjahitnya langsung.

Selanjutnya, Afifah Zafirah, mahasiswi prodi Pendidikan Matematika FMIPA UNP 2016. Afifah mengajukan paper dengan judul Mathsight App: Perancangan Media Promosi Objek Wisata Kota Padang Berbasis Augmented Reality (AR) dengan Pendekatan Matematika. Melalui aplikasi ini memungkinkan turis dapat mengetahui sejarah dari wisata yang ada di Kota Padang.

Kemudian, Jenni Chaesarani yang mengajukan 'Paper TAGADUA' (Tas Gawat Darurat Untuk Anak-anak) sebagai upaya tanggap bencana. Tas ini bisa menyediakan perlengkapan apabila terjadi bencana seperti tsunami dan gempa. Tas ini berisi Pocket Senter, Botol Minuman, makanan, berkas identtitas anak, alat komunikasi, pakaian dan barang lainnya.

Berikutnya Smart City yang dikemukan Evan Edsa dengan menciptakan aplikasi Trashjogg. Terakhir, Yoga Pratama, Transportasi Ramah Lingkungan. Dalam paper ini, dijelaskan bahwa untuk menciptakan transportasi ramah lingkungan maka perlu pengembangan transpotasi darat, laut, pengembangan jaringan jalan, trotoar dan jalur sepeda.

Hadir dalam pertemuan tersebut antara lain, Kadis DPMPTSP Rudy Rinaldy, Kadis Kominfo Suardi, Kadis Pariwisata Arfian, Kadis DLH Mairizon dan Kabag Perekonomian Edi Dharma serta para juri dari Innovation Paper Competition 2019. (rls/vry)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Pendidikan lainnya
Berita Kota Padang lainnya