Konsep Revolusi 4.0 dan Society 5.0 Dibahas dalam BIC

AI Mangindo Kayo | Senin, 14-10-2019 | 19:42 WIB | 93 klik | Kab. Tanah Datar
<p>Konsep Revolusi 4.0 dan Society 5.0 Dibahas dalam BIC<p>Suasana Batusangkar International Conference" (BIC-4) yang digelar di Immersia Hotel, Senin (14/10/2019). (jhen rahmad/valoranews)

VALORAnews - Program Pascasarjana IAIN Batusangkar melalui "Batusangkar International Conference" (BIC-4) sikapi cara ummat Islam berkontribusi nyata di era digitalisasi sebagai bentuk mewujudkan peradaban modern, dalam konsep Revolusi 4.0 dan Society 5.0.

BIC-4 dibuka Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan Marjoni Imamora, Senin (14/10/2019). Dia mengatakan, iven ini dalam usaha pengembangan pemikiran untuk ikut memberikan kontribusi aktif menemukan solusi yang sistematis, akademis terhadap berbagai permasalahan generasi bangsa, di antaranya mencari format yang tepat dan efektif dalam segala problematika khususnya dalam bidang peradaban Islam terutama dalam konsep Revolusi 4.0 dan Society 5.0.

Marjoni menyampaikan, kehadiran para pakar dari berbagai negara, baik sebagai participant, presenter apalagi sebagai keynote speaker dari kalangan para pendidik, peneliti, akademisi, mahasiswa pascasarjana, untuk berpartisipasi dalam konferensi Internasional ke-4, diharapkan akan memberikan kontribusi signifikan terhadap tema International Conference yaitu "Building Modern Islamic Civilization Through 4.0 Industrial Revolution and 5.0 Society Era."


"Kami menyadari, mencapai mimpi besar untuk menuju kepada Perguruan Tinggi yang Integratif dan Interkonetif dalam Keilmuan, Berkearifan Lokal, Bereputasi Global, yang tertuang dalam Visi IAIN Batusangkar itu semua tidak mudah, maka pimpinan IAIN Batusangkar memandang bahwa "Batusangkar International Conference" (BIC) sangat strategis mengikat perkembangan zaman saat ini," tutur Marjoni.

Sementara itu, Direktur Pascasarjana IAIN Batusangkar, Syukri Iska menyebutkan alasan "Batusangkar Internasional Conference" yang dijadikan nama dalam kegiatan tahunan di Pascasarjana IAIN Batusangkar, dan agenda tahunan ini yang telah terlaksana ke-4.

"Batusangkar ini kota kecil yang berjarak sekitar 100 Km dari ibukota provinsi. Karena itu, dengan memberi label "Batusangkar" yang notabene IAIN Batusangkar berada di kota ini, maka saya berharap nama "Batusangkar" akan ikut terpromosikan, sehingga semoga lebih dikenal secara nasional maupun Internasional," ucap Syukri.

"Tentang BIC-4 ini dibandingkan dengan dengan BIC 1, 2, 3 ada sedikit nuansa berbeda dari pelaksanaan sebelumnya karena pelaksanaan BIC-4, ini, diselengarakan bekerjasama pertama kali dengan Himpunan Ilmuan dan Sarjana Syariah Indonesia (HISSI) Wilayah Sumatera Barat," tegas Syukri.

"Transformasi digital telah mengubah berbagai kebiasaan dan tatacara kehidupan masyarakat, dengan itu tidak bisa dihindari instrumen aktifitas masyarakat dengan berbagai kemajuan teknologi informasi, terutama tingkat aksi kehidupan manusia secara tradisional atau manual, dengan kemajuan teknologi terbesut begitu cepat beralih mengunakan media online, akibat itu semua nyaris nilai-nilai moral dan akhlak dalam kehidupan tersudutkan."

Syukri mengatakan, informasi serba instan selalu tersedia dalam satu genggaman, bahkan dengan satu klik saja via smartphone, maka seseorang sudah dibawa dan pergi kemana-mana dalam angkasa informasi dengan satu klik.

"Suasana peralihan tersebut, masyarakat Islam harus mengetahui bagaimana kita menyikapi segala perubahan tersebut, inilah salah satu pertimbangan kami untuk menetapkan dan membahas menjadi tema utama dalam BIC-4 ini," tutur Syukri. (jen)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Pendidikan lainnya
Berita Kab. Tanah Datar lainnya