Sosialisasi Germas di Solsel, Wabup: Sinergiskan Hingga ke Program Nagari

AI Mangindo Kayo | Rabu, 16-10-2019 | 17:53 WIB | 248 klik | Kab. Solok Selatan
<p>Sosialisasi Germas di Solsel, Wabup: Sinergiskan Hingga ke Program Nagari<p>Wakil Bupati Solok Selatan, Abdul Rahman memberikan bibit pohon pelindung guna mendukung program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) usai kampanye dan sosialisasi di Kecamatan Sangir Batang Hari (SBH), di halaman kantor camat SBH, Rabu (16/10/2019). (humas)

VALORAnews - Wakil Bupati Solok Selatan, Abdul Rahman menekankan, salah satu upaya untuk mendukung program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) di tengah masyarakat adalah mensinkronkan program tersebut kedalam program yang ada di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) maupun pada kegiatan di tingkat nagari.

Hal itu disampaikannya saat meluncurkan kampanye dan sosialisasi germas di Kecamatan Sangir Batang Hari (SBH), di halaman kantor camat SBH, Rabu (16/10/2019).

Menurutnya, agar kegiatan sosialisasi Germas ini tidak hanya bersifat seremonial, OPD dan Pemerintahan Nagari harus ikut andil. Program Germas ini, agar dimasukkan kedalam anggaran belanjang masing-masing, sehingga instruksi presiden tentang Germas ini dapat teraktualisasi lebih nyata.


Salah satu program Germas adalah konsumsi sayur dan buah. Hal ini, katanya, bisa diprogramkan dalam kegiatan PKK Nagari bagaimana meningkatkan minat masyarakat untuk menanam sendiri sayur dan buah di halaman pekarangan rumah.

"Menanam sayur dan buah bisa kita lakukan di halaman rumah, ini adalah salah satu langkah konkrit kita untuk mendukung germas," tuturnya.

Ia berharap, dengan program ini ada dampak perubahan yang terjadi di masyarakat tentang kesadaran hidup sehat.

"Germas harus terus dilaksanakan dalam bentuk sosialisasi dan kampanye namun harus ada tindak konkrit, program nyata bagaimana secara konsisten menindak lanjuti melalui upaya nyata," imbuhnya.

Sejalan dengan program Germas, pemerintah pun terus berupaya meningkatkan fasilitas kesehatan, di antaranya dengan melakukan penambahan Puskesmas, tenaga media hingga penyuluh kesehatan bagi masyarakat.

Kasi Tata Lingkungan Dinas Kesehatan Sumbar, Resmanto mengatakan, di antara kegiatan yang dapat dilakukan dalam upaya hidup sehat adalah melakukan olahraga minimal 30 menit setiap hari, konsumsi sayur dan buah minimal 5 porsi setiap hari, periksa kesehatan secaa rutin minimal sekali 6 bulan, tidak merokok dan gunakan jamban sehat.

Semantara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Solok Selatan, Novirman menyebutkan kebanyakan angka kematian di Indonesia disebabkan penyakit tidak menular. Di antara penyakit tidak menular itu seperti stroke, jantung, hipertensi, diabetes, asam urat, dan kolesterol. Penyakit tersebut, katanya, dipicu oleh pola hidup yang tidak sehat.

"Oleh karena itu pemerintah berupaya untuk melakukan kegiatan kampanye dan sosialisasi germas ini," cetusnya.

Ia mengatakan, dengan sosialisasi dan kampanye Germas ini, diharapakan masyarakat Solok Selatan dapat hidup sehat, sehingga angka harapan hidup masyarakat bisa rata-rata 72 tahun. (rls)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Ranah lainnya
Berita Kab. Solok Selatan lainnya