Ada Gempabumi Tektonik 5,4 SR di Pantai Barat Sumatera

AI Mangindo Kayo | Rabu, 23-10-2019 | 11:06 WIB | 878 klik | Kab. Mentawai

VALORAnews -- Gempa tektonik dengan magnitudo 5,4 SR pada Rabu (23/10/2019) pukul 05.11 WIB mengguncang wilayah Samudera Hindia Pantai Barat Sumatera. Hasil pemutakhiran oleh BMKG, menunjukkan gempabumi ini berkekuatan 5,2 SR.

"Episenter gempabumi terletak pada koordinat 2.49 LS dan 99.71 BT , atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 48 km arah Selatan Kota Tuapejat, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat pada kedalaman 27 km," ungkap Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono dalam pernyataan tertulis yang diterima.

Dijelaskan Rahmat, memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktifitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah Lempeng Eurasia tepat di zona megathrust.


"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik (Thrust Fault)," terangnya.

Guncangan gempabumi ini dirasakan di daerah Tua Pejat IV MMI (pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah), Painan, Padang, Pariaman III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu).

Kemudian, Padangpanjang, Sawahlunto, Payakumbuh, Bukittinggi, Solok II MMI (getaran dirasakan beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang). "Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami," terangnya.

Hingga pukul 05.50 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock). "Masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa," terangnya.

"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah," tambahnya. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Ranah lainnya
Berita Kab. Mentawai lainnya