Yulian Efi Serahkan Bantuan bagi Korban Kerusuhan Wamena Asal Solsel

AI Mangindo Kayo | Senin, 21-10-2019 | 17:55 WIB | 322 klik | Kab. Pesisir Selatan
<p>Yulian Efi Serahkan Bantuan bagi Korban Kerusuhan Wamena Asal Solsel<p>Sekretaris Daerah Solok Selatan, Yulian Efi, memberikan bantuan bagi korban kerusuhan Wamena asal Solsel, seusai apel gabungan OPD di halaman kantor bupati, Senin (21/10/2019). (humas)

VALORAnews - Pemerintah Kabupaten Solok Selatan memberikan bantuan pada korban kerusuhan Wamena yang pulang ke kampung halamannya di Solok Selatan. Bantuan diserahkan Sekretaris Daerah Solok Selatan, Yulian Efi, seusai apel gabungan OPD di halaman kantor bupati, Senin (21/10/2019).

Bantuan diserahkan pada 2 orang bersaudara, Rahel dan Ragel Suherman senilai Rp5 juta serta kepada korban lainnya, Novia Lorenza Rp5 juta.

Yulian mengatakan, total Rp35 juta sumbangan yang dikumpulkan berasal dari instansi pemerintah, masyarakat, dan juga sekolah-sekolah untuk membantu korban kerusuhan di Wamena. Sebesar Rp20 juta berasal dari Dinas Pendidikan serta sekolah-sekolah dan selebihnya dari OPD-OPD yang ada.


"Sebesar Rp25 juta, sudah diserahkan melalui pemerintah propinsi, sedangkan Rp10 juta kita serahkan langsung hari ini kepada korban yang berasal dari Solsel," jelas Yulian didampingi Kabag Kesra, Zuardi.

Sementara, Zuardi menjelaskan, dua orang bersaudara, Rahel (perempuan) dan Ragel Suherman (laki-laki) yang berasal dari Sungai Cangkar, Kecamatan Sungai Pagu, sudah bersekolah kembali di Solok Selatan. Sedangkan kedua orangtuanya masih berada di Wamena.

Sedangkan Novia Lorenza berasal dari Pinang Awan, Pauh Duo dan bersuamikan orang Pesisir Selatan. Novia pulang dikarenakan toko tempat ia berdagang selama ini, hangus terbakar ketika kerusuhan terjadi.

"Rahel telah bersekolah kembali di SMPN 1 Solsel dan Ragel di SMAN 1 Solsel. Keduanya sama-sama kelas 2," jelas Zuardi.

Terpisah, Kepala SMAN 1 Solok Selatan, Asril membenarkan, Ragel telah mulai mengikuti aktifitas belajar mengajar semenjak minggu lalu, walaupun surat menyurat kepindahan yang bersangkutan belum ada.

"Intinya, ananda Ragel ikut dulu dengan proses belajar mengajar di sini. Saya juga sudah kontak dengan kepala sekolahnya di Wamena. Administrasi nanti menyusul saja kemudian. Kita siap bantu," ungkapnya.

Sementara itu, Rona Dewi, ibunda dari Novia Lorenza mengatakan, anaknya belum terlalu lama merantau ke Wamena. Anaknya tersebut ikut dengan suaminya setelah menikah. Sedangkan menantunya tersebut sudah 7 tahun lebih merantau ke Wamena.

Dengan bersedih hati, ia mengatakan, toko tempat anak dan menantunya tersebut habis terbakar akibat kerusuhan. Isinya berbagai bentuk kebutuhan harian dan juga barang kelontong.

"Semuanya habis terbakar, hanya tinggal baju yang melekat di badan. Termasuk KTP, KK dan surat-surat penting lain anak dan menantunya juga ikut terbakar," tukasnya. (rls)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Ranah lainnya
Berita Kab. Pesisir Selatan lainnya