Tim Pengabdian Faperta Unand Kenalkan Taman Vertikal ke Sekolah Adiwiyata Nasional

AI Mangindo Kayo | Sabtu, 16-11-2019 | 13:50 WIB | 127 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Tim Pengabdian Faperta Unand Kenalkan Taman Vertikal ke Sekolah Adiwiyata Nasional<p>Ketua Tim PkM IdBM Fakultas Pertanian, Unand, Netti Herawati (jilbab merah) memasukan bunga pada gaotextile saat perkenalan sistem taman vertikal di kampus SMAN 13 Padang, Sabtu (16/11/2019). (mangindo kayo/valoranews)

VALORAnews - Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Iptek berbasis Dosen dan Masyarakat (IbDM) Fakultas Pertanian Unand, mengenalkan teknik taman vertikal (vertikal garden) di SMAN 13 Padang, Sabtu (16/11/2019). Sekolah ini merupakan salah satu utusan Sumbar dalam Program Adiwiyata Nasional 2019.

Tim PkM IbDM Unand ini dipimpin Netti Herawati dengan anggota, Sanna Paija Hasibuan, Elara Resigia, Zulfadly Syarif, Teguh Budi Parsetyo dan Benni Satria. Sedangkan narasumber untuk pengenalan teknik taman vertikal ini, Shalati Febjislami.

Dikatakan Netti Herawati, pengenalan sistem taman vertikal ini ke SMAN 13 Padang, untuk lebih memanfaatkan lahan yang ada secara optimal sekaligus menjadikan lahan mendatar, ditanami tanaman bernilai ekonomis.


"Untuk keindahan dan estetika, kita cukup melakukannya dengan merancang taman vertikal ini," terang Netti pada kegiatan bertajuk Diseminasi agroteknologi dalam mewujudkan lingkungan sehat dan hijau di SMAN 13 Padang.

"Sedangkan lahan pekarangan mendatar yang selama ini dijadikan areal penunjang keindahan, selanjutnya bisa dimanfaatkan untuk ditanami tanaman bernilai ekonomis," tambahnya.

"Teknik ini cocok sekali dengan SMAN 13 Padang yang mengembangkan konsep sekolah agroekonomi," urai Netti.

Disebutkan, jenis tanaman yang bisa dimanfaatkan untuk taman vertikal ini, tak hanya jenis bunga-bungaan saja. Bisa juga untuk jenis sayuran seperti seledri, capcai, selada dan tanaman sayuran yang tidak tinggi lainnya.

Untuk lahan pekarangan mendatar, anggota Tim PkM IdBM Faperta Unand lainnya, Benni Satria, menyarankan untuk ditanam pohon gaharu. Tanaman ini memiliki nilai ekonomis yang tinggi.

"Bertanam pohon gaharu, hasil pengembangan yang kita lakukan di Faperta Unand, pohonnya sudah bisa tak tinggi lagi. Dia sudah bisa ditanam dalam konsep bonsai," terang Benni yang dikenal sebagai doktor gaharu itu.

Selama proses pembonsaian pohon gaharu ini, terangnya, berbagai bagian tanaman yang dipangkas, bisa dimanfaatkan untuk keperluan lain. Seperti, daun gaharu yang bisa dijadikan bahan baku teh.

"Gaharu yang dibonsai ini, ditanam dalam pot terbuat dari drum bekas. Akar tunggangnya dipotong lebih dulu agar tak cepat tinggi. Kemudian, dilakukan pemangkasan secara terjadwal," urai Benni dalam sharing ilmu yang diikuti siswa, majelis guru serta kepala dan wakil kepala sekolah.

Pohon gaharu yang dibonsai ini, terangnya, sekaligus bisa dijadikan bahan praktek pelajaran biologi.

Bekal ke Perguruan Tinggi

Kepala SMAN 13 Padang, Amriman M dalam sambutannya mengatakan, sekolah yang berlokasi di Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Padang ini, merupakan kali kedua jadi lokasi PkM IbDM Unand.

"Banyak inovasi baru bidang pertanian yang akan diberikan ilmunya oleh tim dari Faperta Unand pada kita. Semoga, sharing ilmu ini akan bermanfaat bagi sekolah kita yang tengah mengikuti program Adiwiyata Nasional 2019," harap Amriman.

Bagi siswa yang akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, terang dia, pelatihan ini akan jadi tonggak awal untuk mengenal jurusan yang akan diambil, saat akan menempuh jenjang perguruan tinggi nanti.

"Jika merasa mantap dengan pengetahuan yang didapat saat ini, silahkan lanjutkan pendidikannya ke Jurusan Agroteknologi Faperta Unand," terangnya.

Estetika

Narasumber pada IbM PkDM kali ini, Shalati Febjislami menjelaskan, taman vertikal ini dikenalkan pertama kali oleh Patrick Blanc, di Paris, Perancis. Tujuannya untuk menciptakan iklim mikro yang spesifik di sekitarnya.

Manfaat teknik taman vertikal ini diantaranya adalah mengurangi efek tempias hujan, meningkatkan suplai oksigen, menahan panas dari luar dan lainnya.

"Tempat tanamnya terdiri dari bingkai, lapisan PVC (tahan air) dan lapisan holding (penahan) tanaman," ungkapnya.

Untuk media tanam bisa dari bahan organik maupun anorganik. Kriterianya, bisa menopang tanaman secara kokoh, bersifat porous, menyediakan unsur hara, bersifat steril dan sesuai dengan jenis tanaman.

Media tanamnya juga bisa frame karpet (geotextile) yang memiliki bahan serat plastik, ringan serta tak menghambat akar tanaman yang merambat bebas.

"Bobot yang ringan dan kandungan haranya harus jadi perhatian," terangnya.

"Tanaman yang baik untuk taman vertikal ini, ciri-cirinya akar adaptif dan tumbuh menempel secara alami, jenis ground cover dan merambat, toleran sinar matahari, toleran naungan, berdaun indah atau berbunga serta penyerap polutan sebagai nilai tambah," terangnya.

Di antara jenis tanaman kriteria itu yakni sirih gading, pakis bulu, adam hawa, rumput kipas dan monstera (daun tidak satu warna).

Usai pengenalan, tim PkM IbDM Unand menyerahkan sumbangan berupa bantuan karpet geotextile ukuran 3x1,5 m, rangka kayu taman vertikal serta 36 polybag bibit bunga berbagai jenis seperti, Bunga Krokot, Lili Paris, Anglonema Sri Rejeki, Adam Hawa, Sirih Gading dan Miana Daun Ungu. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Pendidikan lainnya
Berita Provinsi Sumatera Barat lainnya