Biaya Pengobatan Putra Driver Ojol Digratiskan, PPID: Tidak Perlu Lagi Galang Dana

AI Mangindo Kayo | Rabu, 20-11-2019 | 22:02 WIB | 229 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Biaya Pengobatan Putra Driver Ojol Digratiskan, PPID: Tidak Perlu Lagi Galang Dana<p>Dirut RSUP M Djamil Padang, Yusirwan Yusuf didampingi Gustavianof (PPID Utama RSUM M Djamil) memberikan keterengan pers terkait kasus driver Ojol yang membawa paksa jasad balita dari rekannya dari ruang pemulasaran jenazah, Senin (19/11/2019) lalu. (istimewa)

VALORAnews -- Direksi Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil, Padang, mengambil kebijakan untuk menggratiskan biaya perawatan pasien bayi, Ramadhan Khalif Putra yang mencapai Rp25 juta dan dinyatakan meninggal, Senin (19/11/2019).

"Kemarin sore, direksi memutuskan untuk mengratiskan biaya perawatan (Ramadhan Khalif). Oleh sebab itu, tidak perlu adanya pihak-pihak lain untuk melakukan penggalangan dana untuk melunasi biaya tersebut," ungkap Pejabat Pemberi Informasi dan Dokumentasi (PPID) RSUP M Djamil Padang, Gustavianof, Selasa (20/11/2019).

Disebutkan, keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangan ekonomi dari orang tua. Pihak direksi menggalang dana pribadi, untuk membiayai sehingga keluarga tidak perlu mencarikan dana maupun melakukan penggalangan dana.


Gustavianof menegaskan, pihaknya tidak pernah sama sekali menghalangi dan menahan jenazah Ramadhan Khalif Putra, untuk dibawa pulang pihak keluarga karena persoalan biaya perawatan selama di rumah sakit.

"Kami ini, rumah sakit pemerintah. Kami tidak pernah menanyakan ke setiap pasien yang berobat, apakah miliki biaya untuk pengobatan," ulasnya.

Persoalan tidak mampu membayar, baru diketahui jika pasien atau keluarga menyampaikan keluhannya. Bahkan, pihak RSUP juga membantu mencarikan jalan keluar untuk biaya perawatan pasien.

Tidak hanya kepada pasien Khalif, pada pasien-pasien sebelumnya pun juga banyak yang tidak sanggup membayar biaya perawatan dan pihak rumah sakit turut serta mencarikan jalan keluarnya.

"Jangankan untuk yang meninggal, untuk yang sudah sehatpun kami tidak pernah menghalangi untuk pulang, jika tidak memiliki biaya perawatan," tegasnya.

"Hanya saja, sebagai rumah sakit pemerintahan, perlu adanya proses administrasi, pasien pulang dengan jaminan. Itupun cuma KTP serta mengisi data, kami ini kan juga diperiksa dari Inspektorat dan BPK, tentunya harus ada bukti administrasinya," pungkasnya.

Gustavianof mengungkapkan, sebelum pasien dinyatakan meninggal secara medis pada Senin (19/11/2019), pihak orangtua dan salah seorang kerabat pasien, mendatangi instalasi Humas RSUP Dr. M. Djamil Padang pada Jumat (15/11/2019), untuk mengadukan keadaan karena ketiadaan biaya membayar pengobatan Khalif.

"Orangtua Khalif datang langsung ke Humas. Kami memberikan jalan keluar, agar pengobatan dapat dibantu lembaga sosial seperti Baznas dan Dompat Dhuafa. Bahkan, untuk memudahkan prosesnya, dibantu juga dibantu langsung oleh staf Humas," ujarnya.

Sebelumnya disebutkan Yani, orantua jenazah Khalif telah meminta maaf atas kegaduhan yang terjadi dan tindakan tidak menyenangkan terhadap RSUP M Djamil Padang.

"Kami memohon maaf atas kegaduhan yang terjadi, kami juga mengucapkan terimakasih kepada RSUP Djamil membantu kemudahan jenazah bayi kami," tuturnya.

Diakui, dia sama sekali tidak mengetahui bahwa jenazah bayinya dibawa paksa oleh oknum ojek online. Mengingat saat itu ia bersama kerabatnya tengah mengurus proses administrasi.

"Kami tidak tahu juga mereka (driver Ojek Online) membawa paksa, karena kami tengah mengurus surat-surat, sementara jenazah bayi saya ada di ruang jenazah, sakali lagi kami mengucapkan terima kasih dan mohon maaf atas kondisi yang telah terjadi," pungkasnya. (rls)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Ranah lainnya
Berita Provinsi Sumatera Barat lainnya