PGRI Solsel Gelar Seminar Sambut Tantangan Pendidikan Masa Depan

AI Mangindo Kayo | Senin, 25-11-2019 | 18:40 WIB | 45 klik | Kab. Solok Selatan
<p>PGRI Solsel Gelar Seminar Sambut Tantangan Pendidikan Masa Depan<p>Sekda Solsel, Yulian Efi memberikan arahan pada seminar yang digelar PGRI Solsel, di aula kantor bupati Solsel, Senin (25/11/2019). (humas)

VALORAnews - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-74 dan Hari Guru Nasional, ratusan guru di Solok Selatan (Solsel) mengikuti seminar yang digelar PGRI di aula kantor bupati Solsel, Senin (25/11/2019).

Seminar itu sendiri dibuka Sekretaris Daerah Solsel, Yulian Efi. Turut dihadiri Kepala Kemenag Solsel, Kepala OPD serta guru-guru se-Solsel.

Yulian Efi dalam sambutannya menyambut baik diadakannya seminar ini. Menurutnya guru-guru memang harus selalu menambah wawasan dan pengetahuan seiring dengan revolusi industri 4.0.


Ia mengatakan, kecenderungan orang tua murid untuk menyekolahkan anaknya ke sekolah swasta, lebih tinggi bila dibandingkan dengan sekolah negeri. Padahal, di sekolah swasta tersebut tentu memerlukan biaya mahal bila dibandingkan dengan sekolah negeri.

Hal itu, katanya, disebabkan mutu pendidikan di swasta lebih baik sekolah negeri, sehingga orang tua murid lebih memilih sekolah swasta.

Seiring dengan hal itu, ia meminta agar tenaga pendidik di Solsel selalu berbenah dan menambah ilmu sehingga mutu pendidikan di Solsel terus bertambah.

Disamping itu, ia juga meminta agar guru-guru di Solsel, terus mengikuti perkembangan zaman terutama yang berikatan dengan tenaga pendidik.

"Pola belajar kita harus diubah, kita juga harus bisa digitalisasi, karena kedepan sistem pendidikan di Indonesia akan berubah menjadi sistem digital. Kalau kita tidak bisa, lama-lama akan tergerus dan hilang sendiri," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Solsel, Zulkarnaini menyebutkan, seminar dalam rangka meningkatkan kapasitas guru memang harus diikuti oleh guru-guru sertifikasi.

Ia menyebutkan, dari gaji sertifikasi tersebut, 20% di antaranya adalah untuk meningkatkan kompetensi guru. Ia menyebutkan, seminar ini juga salah satu bentuk dalam memperbaiki kualitas guru di Solsel.

Disisi lain, ia juga mendukung banyaknya sekolah-sekolah yang berminat menjadikan sekolah "full day school." Dia mengatakan, saat ini sudah ada beberapa sekolah yang menerapkan itu, dan berhasil.

"Ada SDN 01 Pakan Rabaa, SD 04 Koto Baru, SMP 3, SMP 1, SMP 5, karena hasilnya bagus jadi banyak yang ingin mengikuti," ungkapnya.

Ketua PGRI Kabupaten Solsel, Alsiswandri menyebutkan, seminar ini adalah seminar pertama bagi pengurus PGRI Solsel. Ia berharap, nantinya seminar ini akan berlanjut dan diadakan lagi di tingkat kecamatan, agar lebih banyak lagi guru-guru yang mendapat tambahan ilmu. (rls)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Pendidikan lainnya
Berita Kab. Solok Selatan lainnya