Donny Moenek Mengaku Dapat Wangsit Saat Umroh Sebelum Datangi Golkar Sumbar

AI Mangindo Kayo | Selasa, 10-12-2019 | 17:37 WIB | 260 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Donny Moenek Mengaku Dapat Wangsit Saat Umroh Sebelum Datangi Golkar Sumbar<p>Sekjen DPD RI, Reydonyzar Moenek mengembalikan berkas syarat jadi calon gubernur Sumbar pada pemilihan serentak 2020 pada Mirwan Pulungan (ketua penjaringan) didampingi Aguswanto (sekretaris panitia penjaringan) dan Mirkadri Miyar (Plt Sekum Golkar Sumbar), di Padang, Selasa (10/12/2019). (mangindo kayo/valoranews)

VALORAnews - Dalam rangkaian ibadah umroh usai mengikuti pertemuan parlemen antar negara di Amerika Latin, November 2019 kemarin, Reydonizar Moenek mengaku mendapat wangsit untuk mencukur habis kumisnya bersamaan dengan memotong 5 helai rambut (tahallul) yang jadi salah satu rukun umroh.

"Saat berada Multazam, hati kami tergerak untuk tak sekadar memotong 5 helai rambut. Kami akhirnya menyempurnakannya dengan mencukur pendek seluruh rambut termasuk membabat habis kumis yang jadi ciri khas saya," ungkap Reydonizar (Donny) Moenek saat pengembalian berkas pencalonan gubernur Sumbar Partai Golkar pada pemilihan serentak 2020.

Donny pun mewanti-wanti panitia penerimaan pendaftaran dan penjaringan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Sumbar 2020-2025 Partai Golkar Sumbar yang diketuai Mirwan Pulungan dan Aguswanto (sekretaris) beserta tiga anggota lainnya, untuk tidak meragukan pas photo yang diserahkan saat pengembalian dokumen ini. Pasa pas photo itu, kumis Donny masih lebat menghiasi wajah pria berkulit kuning langsat itu.


Selain pas photo, Donny Monek menyebutkan, menyerahkan surat pernyataan kesediaan diajukan sebagai calon gubernur Sumbar dari Partai Golkar, syarat umum dan khusus, daftar riwayat hidup, fotocopy KTP, NPWP.

Selanjutnya, naskah visi misi, pakta integritas dan surat pernyataan kesediaan ikut survei yang diselenggarakan internal Partai Golkar.

"Pengalaman saya di pemerintahan, mulai dari juru bicara Kemendagri hingga Eselon I dengan jabatan Sekjen DPD RI hingga aktif di kerjasama parlemen dunia, merupakan modal sosial saya untuk maju jadi calon gubernur Sumbar kedepan," terang Donny yang mengenakan kemeja warna merah menyala itu.

"I do my best to my country, Ranah Minang," tambah Donny yang berayahkan orang Lintau, Tanahdatar dan ibu kelahiran Muaro Paneh, Kabupaten Solok.

Donny menegaskan, selama ini telah merintis karir dengan merambah berbagai instansi dan lembaga di ibu kota, untuk memperkuat jejaring dan ilmu pengetahuan.

"Saya pergi karena tugas, pulang karena cinta. Cinta saya ke Ranah Minang, yang menggerakan hati ini untuk mendaftar ke Golkar agar bisa didukung pada pemilihan gubernur nanti," tambahnya.

Selain mendaftar ke Partai Golkar, Donny mengaku, juga telah mengembalikan formulir pencalonan sebagi gubernur pada Partai Nasdem, PAN dan PDIP Sumbar.

Diketahui, Partai Golkar baru memiliki 8 kursi di DPRD Sumbar. Sementara, syarat pencalonan mesti memenuhi ketentuan 20 persen dari kursi parlemen (65 kursi) yakni sebanyak 13 kursi. Artinya, Partai Golkar mesti berkoalisi agar bisa ikut mengusung pasangan calon pada pemiliham serentak 2020 di tingkat provinsi Sumbar.

"Saya berkomitmen untuk mendaftar kesemua partai peserta pemilu 2019 di Sumbar. Tekad saya sudah bulat, untuk melanjutkan pengabdian di Ranah Minang," kata Donny sembari melantunkan potongan bait lagu Minang Maimbau yang dipopulerkan Elly Kasim.

Sementara, Mirwan Pulungan, saat memberikan sambutan, menyatakan tak menyangsikan lagi kemampuan seorang Donny Moenek dalam kepemimpinan.

"Pak Donny pernah menjabat selama 7 bulan sebagai pelaksana tugas (Plt) gubernur pada pelaksanaan Pilkada Sumbar 2015 lalu. Walau singkat, namun terasa 5 tahun menjabat gubernur Sumbar, Pak Donny, waktu itu," tegas Mirwan.

Plt Sekretaris Partai Golkar Sumbar, Mirkadri Miyar mengatakan, Donny Moenek merupakan orang pertama yang mengembalikan berkas pencalonan sebagai kepala daerah di Golkar Sumbar.

"Sebelum kedatangan Pak Dony, kader senior Golkar, Pak Asril Das juga mengambil formulir," ungkapnya.

Dia mengatakan, penjaringan dan penerimaan pendaftaran ini akan berakhir pada 31 Desember 2019 nanti.

"Nanti, kandidat yang mendaftar akan kita teliti satu per satu bersama tim. Sejumlah nama, nanti akan kita kirim ke DPP Partai Golkar untuk dipilih dan ditetapkan sebagai calon Partai Golkar bersama mitra koalisi," tukasnya. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Ranah lainnya
Berita Provinsi Sumatera Barat lainnya