Penumpang BIM Turun Hampir 1 Juta Orang Sepanjang 2019

AI Mangindo Kayo | Jumat, 03-01-2020 | 18:23 WIB | 195 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Penumpang BIM Turun Hampir 1 Juta Orang Sepanjang 2019<p>Terminal keberangkatan BIM sepi penumpang, yang telah jadi pemandangan rutin setiap harinya. (istimewa)

VALORAnews - Jumlah penumpang yang dilayani Bandara Internasional Minangkabau (BIM) sepanjang 2019 mengalami penurunan secara rata-rata sebesar 25,64 persen. Hal ini seiring juga turunnya trend pergerakan pesawat sebesar 19,60% secara rata-rata per tahun.

"Persentase penurun jumlah penumpang terbesar pada 2019 terjadi pada April (minus 36,70%) dan Mei (minus 36,51%). Pada April 2018, jumlah penumpang tercatat 347.765 turun jadi 220.118 pada April 2019. Sedangkan pada Mei 2018 sebesar 296.455 turun jadi 188.220 (Mei 2019)," ungkap Humas PT Angkasa Pura II BIM Fendrick Sondra di Padang, Jumat (3/1/2020).

Dikatakan Fendrick, penurunan penumpang ini, yang jadi faktor utama penyebabnya adalah turunnya jumlah penerbangan. "Dari jumlah pesawat saja sudah mencerminkan turunnya jumlah penumpang yang mencapai 25,83% dibanding 2018," terang dia.


Trend penurunan pergerakan pesawat terendah itu terjadi pada Februari 2019 sebesar 23,36% (dari 2.235 pergerakan jadi 1.713 kali saja). Hal serupa terjadi kembali pada September 2019 sebesar 23,7% (dari 2.603 pergerakan jadi 2.000 kali).

"Sepertinya, maskapai penerbangan menyesuaikan frekwensi penerbangannya dengan perkiraan jumlah penumpang. Ini tergambar dari jumlah penerbangan yang cenderung menurun, namun penumpang pesawat selalu hampir penuh setiap kali penerbangannya," ungkap dia.

"Realitas ini tak lepas dari naiknya harga tiket yang terjadi di seluruh maskapai yang melayani rute penerbangan domestik," tambahnya.

Secara total sepanjang 2019 lalu, ungkapnya, pergerakan angkutan udara sebanyak 24.112 kali atau turun sebesar 19.60 % dari pergerakan 2018 (29.991 pergerakan).

Sedangkan untuk penumpang BIM sepanjang 2019 sebanyak 3.070.454 atau turun sebesar 25.83 % dari tahun 2018 (4.139.728 penumpang).

Tak hanya itu, penurunan juga terjadi pada angkutan kargo dan POS. Untuk kargo, turun sebesar 25,64 persen dimana tercatat 13.954.066 koli pada 2019, sedangkan pada 2018 tercatat sebesar 18.833.972 koli.

Untuk layanan POS, terjadi penurunan sebesar 100% pada Januari dan Februari lalu diikuti pada Juni hingga Desember 2019.

"Hanya terjadi peningkatan angkutan POS pada Maret 2019 sebesar 58,20 persen. Dari 12.430 jadi 47.049. Setelah itu terus menurun hingga 100 persen hingga tutup tahun 2019," ungkap Fendrick. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Bisnis lainnya
Berita Provinsi Sumatera Barat lainnya