Dosen Muda Unand Dilatih Penulisan Artikel Pengabdian Masyarakat Berbasis Media Massa

AI Mangindo Kayo | Kamis, 13-02-2020 | 17:53 WIB | 605 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Dosen Muda Unand Dilatih Penulisan Artikel Pengabdian Masyarakat Berbasis Media Massa<p>Panitia dan peserta pelatihan penulisan penulisan artikel Pengabdian Masyarakat Berbasis Media Massa, foto bersama usai pembukaan, Kamis (13/2/2020). (istimewa)

VALORAnews -- Sebanyak 30-an orang dosen Universitas Andalas (Unand), mengikuti Pelatihan Penulisan Artikel Pengabdian Masyarakat Berbasis Media Massa, Kamis (13/2/2020). Pelatihan sehari penuh ini, difasilitasi Majelis Dosen Muda (MDM) yang bekerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) di ruang pertemuan Lantai 5 Perpustakaan Unand.

"Setiap dosen yang berkarya dalam kerangka Tri Dharma Perguruan Tinggi, akan berkontribusi secara langsung pada Universitas Andalas selain membangun eksistensi diri mereka sebagai dosen," ungkap Ketua LPPM Unand, Uyung Gatot S Dinata saat membuka pelatihan ini.

Publikasi artikel populer di media massa, menurut Uyung, akan berkontribusi dalam pemeringkatan klaster perguruan tinggi. "Saat ini, Kemenristekdikti menempatkan Unand berada di peringkat 11 di Indonesia pada 2019," terangnya.


Pemeringkatan tersebut, urai dia, sesungguhnya membuktikan capaian target kinerja Unand sebagai perguruan tinggi yang pada 2019, peringkat klaster penelitiannya 4, klaster pengabdian masyarakat 20, klaster inovasi 7.

Sedangkan jumlah dokumen terindeks scopus 2.200 di peringkat 10 dan peringkat 2 untuk jumlah Hak Kekayaan Intelektul di SINTA serta peringkat 1 untuk jumlah buku di SINTA, peringkat 10 untuk sitasi, sistem manajemen mutu dengan ISO 9001 dan webometric di peringkat 15.

"Yang harus diperhatikan dan dipertahankan itu semestinya artikel-artikel populer di media massa karena ditulis berdasarkan riset/penelitian dan pengabdian masyarakat, sesuai dengan bidang keilmuan masing-masing. Semua itu harus bisa divalidasi," terangnya.

"Sebagai Ketua LPPM, saya mendukung inisiatif pelatihan ini yang dikoordinir MDM Unand karena sesuai dengan program kerja LPPM," tambahnya.

Sementara, narasumber dari MDM Unand, Bahren mengajak, setiap dosen muda Unand untuk menulis lebih produktif, baik secara individual maupun kolektif. Berdasarkan pengalamannya sebagai dosen yang produktif mempublikasikan artikel populer di media massa, Bahren menyatakan, tidak ada yang terlalu sulit untuk dicapai meskipun juga tidak ada kerja yang berakhir sempurna.

"Pelatihan ini hanya awal untuk terus mencoba mencapai kemampuan untuk belajar mempublikasikan karya, namun juga bekerja sama secara kolektif untuk saling menyempurnakan. Rencana tindak lanjut paling sederhana yang bisa dilakukan bersama oleh para Dosen Muda adalah membukukan dan menerbitkan kumpulan artikel populer yang sudah dipublikasikan di media massa dalam bentuk kompilasi," urainya.

Narasumber lainnya, Rommi Delfiano memaparkan arti penting publikasi artikel populer di media massa oleh para dosen, khususnya dosen muda. Selain alasan personal yang fungsional, juga alasan sosial yang ideal bagi para akademisi untuk berkontribusi dalam berbagi ilmu pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat agar kampus tidak menjadi menara gading.

Sebagai Redaktur Pelaksana di Padang Ekspres, Rommi menjelaskan bagaimana membangun budaya menulis, mempertahankan eksisten penulis, sekaligus berbagi triks atau tips agar tulisan bisa dimuat atau tayang di media massa.

Menurut Rommi, yang lebih penting lagi adalah karya para dosen di media massa sebagai hasil analisis ilmiah bisa menjadi pencerahan bahkan semacam panduan publik dalam menyikapi dan menghadapi dinamika kehidupan sehari-hari masyarakat.

Narasumber terakhir, Yose Hendra dari Media Indonesia mengajak para peserta, untuk berlatih langsung menulis opini, siaran pers atau rilis serta berita/laporan yang berbasis hasil riset/penelitian dan pengabdian masyarakat.

Diawali dengan memetakan pemikiran atau persepsi para peserta mengenai media massa, kemudian mendiskusikan secara interaktif perbedaan jurnalisme umum dan jurnalisme warga, lalu merancang draft dan menuliskan opini dan rilis.

Setelah praktik menulis langsung, kemudian Yose meminta para peserta yang bekerja secara kelompok, untuk mempresentasikan hasil kerja mereka dan membahasnya satu per satu.

Salah seorang peserta, Wellyalina mengungkapkan, pelatihan ini sangat menarik dan bermanfaat untuk memperkuat kemauan dan kemampuan untuk menulis artikel populer di media massa. Namun, terang dosen muda di Fakultas Teknologi Pertanian ini, waktunya terlalu singkat sehingga dibutuhkan pelatihan lanjutan agar bisa lebih percaya diri untuk mempublikasikan karya.

Di sela-sela pelatihan yang berlangsung selama seharian penuh, MDM yang juga membentuk koperasi, juga menjual madu Mentawai yang diambil langsung dari produsennya kepada para peserta pelatihan yang juga para dosen di Unand.

Hal itu sejalan dengan tekad MDM untuk membantu masyarakat khususnya petani, peternak, dan nelayan sekitar kampus dan di Sumatera Barat dalam memasarkan produk mereka. Pemasaran itu dikoordinir oleh Rahmi Awalina, Dosen Muda di Fakultas Teknologi Pertanian sekaligus sebagai Bendahara Umum dan Manajer Pemasaran Koperasi MDM. (rls)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Pendidikan lainnya
Berita Provinsi Sumatera Barat lainnya