25 Mahasiswa Minang Terjebak di Konflik Yaman

Orang Tua Inginkan Anak Mereka Dipulangkan Pemerintah

AI Mangindo Kayo | Rabu, 08-04-2015 | 17:06 WIB | 1162 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Orang Tua Inginkan Anak Mereka Dipulangkan Pemerintah<p>Ilustrasi Peta Negara Yaman.

VALORA - Keberadaan 25 mahasiswa asal Sumbar di Aden, Yaman, butuh perhatian dari pemerintah supaya segera dievakuasi, menyusul daerah tersebut terlibat konflik dengan Arab Saudi.

"Kondisi mahasiswa yang berada di Aden itu, diketahui berdasarkan informasi yang disampaikan orang tua mereka. Mereka ingin dievakuasi karena tidak memungkinkan lagi untuk tetap bertahan," ungkap Kepala Biro Pembangunan dan Rantau Sektaprov Sumatera Barat, Muhammad Yani, di kantornya, Rabu (8/4/2015).

Diceritakan Muhammad Yani, informasi yang diterima dari orangtua mahasiswa, mereka hidup di bawah suara gemuruh ledakan bom dan letusan senapan. Selain itu, mereka juga hidup dalam kondisi serba keterbatasan. Meskipun kebutuhan untuk makan masih mencukupi, tapi kebutuhan air bersih untuk minum, mandi dan mencuci pakaian serba terbatas.


"Karena suasana perang, listrik mati total," ungkapnya.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri, Retno Marsoedi mengatakan, pihaknya akan terus melakukan evakuasi pada WNI yang masih terjebak di Yaman. Saat ini, menurut dia, sudah ada 42 mahasiswa yang dievakuasi dari Tarim, Yaman untuk menuju Salalah, Oman. Selanjutnya, dari Salalah mereka akan segera diterbangkan pulang ke Indonesia.

"Sudah ada perkembangan maju, ada 300 mahasiswa di Tarim mendaftar untuk dievakuasi," ucapnya. (mus)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Pendidikan lainnya
Berita Provinsi Sumatera Barat lainnya