Anggota DPRD Sumbar Hindari Daerah Merah Virus Corona

AI Mangindo Kayo | Kamis, 19-03-2020 | 18:40 WIB | 368 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Anggota DPRD Sumbar Hindari Daerah Merah Virus Corona<p>Sekretaris DPRD Sumbar, Raflis.

VALORAnews - Sekretaris DPRD Sumbar, Raflis mengonfirmasi, 65 orang anggota DPRD Sumbar, tidak masuk dalam status Orang Dalam pemantauan (ODP) virus Corona (Covid19). Ke-65 orang wakil rakyat itu, rata-rata baru kembali ke Sumbar setelah menunaikan sejumlah agenda kedewanan di luar provinsi.

"Hasil pemeriksaan yang dilakukan di bandara, suhu tubuh mereka usai melakukan kunjungan kerja masih normal," ungkap Raflis pada wartawan di Padang, Kamis (19/3/2020).

Dikatakan, kegiatan kedewanan hingga pertengahan Maret 2020 ini di antaranya, konsultasi rancangan peraturan daerah (Ranperda), membahas anggaran serta menampung aspirasi masyarakat. "Sejauh ini, tidak ada anggota dewan provinsi yang menyandang status ODP atau lebih jauh," tegasnya.


Pada pertengahan Maret 2020 ini, terangnya, anggota DPRD Sumbar masih fokus dalam rapat internal, membahas sejumlah agenda. Salah satunya, penyusunan jadwal pengesahan Ranperda yang telah masuk konsultasi akhir.

Tidak hanya melakukan penyusunan agenda kegiatan, lanjutnya, sejumlah dewan juga tengah melakukan kunjungan pada daerah pemilihan (Dapil) untuk menjemput aspirasi. Juga ada yang meninjau kelayakan infrastuktur jalan.

"Untuk rencana kunjungan luar provinsi hingga beberapa hari kedepan, masih belum terjadwal dalam Badan Musyawarah (Bamus) DPRD. Rapat Bamus DPRD Sumbar, baru akan dilakukan, Senin (23/3/2020)," terangnya.

"Untuk kegiatan yang mengundang orang banyak, akan dibatasi terlebih dulu," tambahnya.

"Jika jadwal kunjungan luar kota telah dijadwalkan, maka kota-kota yang masuk dalam zona merah virus Corona akan dilewati," katanya.

Dikatakan, terkait dengan kinerja sekretariat, DPRD Sumbar belum menerapkan secara dalam jaringan (daring). Disisi lain, Menpan telah mengeluarkan surat edaran, untuk upaya antisipasi penyebaran virus Corona. Pihaknya tidak memperbolehkan staf untuk keluar kantor, maupun pada saat jam istirahat.

"Jika ingin keluar, jangan balik ke kantor lagi. Langsung saja pulang. Untuk beberapa daerah yang sudah pada level berbahaya, edaran Menpan harus diterapkan," tegasnya.

Ditambahkan, saat ini, untuk absensi staf, tidak menggunakan finger print sementara waktu, melainkan secara manual.

Selaina itu, Gedung DPRD Sumbar telah dilakukan penyemprotan cairan disinfektan. Seluruh staf juga masih masuk bekerja seperti biasa. Jika sudah semakin memburuk, maka bisa diterapkan bekerja dari rumah.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Sumbar, Suwirpen Suib mengatakan, belum ada kegiatan kedewanan yang terganggu akibat ancaman virus Corona. Untuk saat ini, agenda dewan adalah kegiatan di dalam daerah. Seperti pembahasan Ranperda dan lainnya.

"Belum ada agenda dewan yang dibatalkan. Hingga Senin besok, agenda dewan adalah kegiatan dalam daerah," katanya.

Dia menyebutkan, melihat kondisi penyebab virus Corona tetap menjadi perhatian dewan. Karena mengancam masyarakat Sumbar.

Menurutnya, Sumbar harus belajar dari kasus-kasus yang melanda daerah lain, seperti Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur, termasuk juga negara lain yang menerapkan langkah cepat.

Sementara itu, terkait upaya penanganan pasien suspect dan orang dalam pemantauan (ODP), dia meminta pemerintah daerah transparan soal data. Langkah ini agar memperkecil ruang lingkup ancaman, termasuk juga mendorong masyakarat untuk lebih hati-hati.

"Intinya penyelamatan dulu, jangan nanti ditutupi, namun setelah lebih gawat, baru repot," tutupnya. (rls)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Ranah lainnya
Berita Provinsi Sumatera Barat lainnya