Antisipasi Pandemi Covid19

Alumni dan Fateta Unand Kolaborasi Produksi Hand Sanitizer, Nanuk: Semua Harus Proaktif Mencegah

AI Mangindo Kayo | Jumat, 20-03-2020 | 15:17 WIB | 172 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Alumni dan Fateta Unand Kolaborasi Produksi Hand Sanitizer, Nanuk: Semua Harus Proaktif Mencegah<p>Wakil Rektor III Unand, Insannul Kamil, Feri Arlius (Dekat Fateta), Deddi Prima (Rektor Unidha), Ilhamsyah Mirwan beserta jajaran pengurus DPP IKA Unand, foto bersama jelang pembagian hand sanitizer gratis pada mahasiswa di Plaza Dekanat Fateta Unand, Jumat (20/3/2020). (istimewa)

VALORAnews - Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) Unand, Jumat (20/3/2020) membagikan hand sanitizer pada mahasiswa, sebagai salah satu upaya mencegah penyebaran Virus Corona (Covid19) di kampus yang berlokasi di Bukik Limau Manis, Kecamatan Pauh, Kota Padang itu. Produk hand sanitizer made ini Laboratorium Fetata ini, telah merujuk standar World Health Organization (WHO)

"Kami berterima kasih pada DPP Ikatan Alumni Universitas Andalas (IKA Unand) atas dukungan pengadaan material utama pembuatan hand sanitizer bagi civitas akademika dan mahasiswa. Bantuan itu telah selesai diproses di Laboratorium Fateta, sehingga produknya bisa dibagikan ke masing-masing fakultas melalui pengurus BEM," ungkap Dekan Fateta Unand, Feri Arlius usai pembagian hand sanitizer di Plaza Dekanat, Jumat siang.

Secara simbolis, hand sanitizer ini diberikan pada mahasiswa Unand asal Provinsi Papua, Karsiman Werbete yang dilakukan perwakilan pengurus IKA Unand, Mona Sisca. Sebelumnya, labor Fateta juga telah memproduksi hand sanitizer, namun terbatas untuk dosen dan tenaga non kependidikan. (Baca: Fateta Unand Lakukan Pemeriksaan Suhu Tubuh, Hand Sanitizer Ikut Diproduksi)


Bantuan material ini dilatarbelakangi mulai langka dan mahalnya hand sanitizer di Sumbar. Kemudian, diikuti kelangkaan bahan baku untuk pembuatannya, salah satunya alkohol dengan kadar 70% ke atas. Sementara, permintaan terus meningkat seiring makin meningkatnya jumlah kasus Covid19 di Indonesia. Secara teknis, produk ini mengandung bahan-bahan kimia, di antaranya alkohol 95 persen, gliserol, H2O2 dan beberapa zat kimia lainnya.

Ditegaskan Feri Arlius, upaya pencegahan terbaik penyebaran Covid19 itu, sampai saat ini dengan cara mencuci tangan dengan sabun secara reguler. Namun, untuk kelompok masyarakat yang tengah dalam perjalanan, upaya pencegahan efektif itu, membersihkan tangan dengan hand sanitizer.

Menurut Feri Arlius, seluruh laboratorium milik berbagai fakultas di Unand, mampu memproduksi hand sanitizer ini. Namun, kampus tidak memiliki alokasi anggaran untuk pengadaan bahan baku maupun bahan pendukungnya.

"Alhamdulillah, alumni telah menggalang dana untuk membantu proses pengadaan bahan baku dan pendukung hand sanitizer melalui pengurus DPP IKA Unand. In syaa allah, labor Fateta dan fakultas lainnya, siap memproduksi cairan pembersih tangan ini," ungkap Feri Arlius.

Terimakasih pada DPP IKA Unand, juga diucapkan Wakil Rektor III Unand, Insannul Kamil yang ikut hadir dalam pendistribusian hand sanitizer itu. Menurut dia, semua elemen masyarakat harus ikut aktif mencegah penyebaran Covid19 sesuai dengan kemampuan dan kapasitas masing-masing. (Baca: Alumni Unand Galang Dana Pembuatan Hand Sanitizer Gratis)

"Semua elemen masyarakat harus menunjukan kepeduliannya, mencegah pandemi ini meluas sebagaimana telah dilakukan alumni yang tergabung dalam wadah DPP IKA Unand. Semoga langkah alumni Unand ini diikuti kelompok masyarakat lain," ungkap Nanuk, demikian Insannul Kamil karib disapa.

Menurut Nanuk, civitas akademika maupun mahasiswa Unand, belum ada yang positif terjangkit Covid19 ini. "Aksi nyata alumni Unand dengan labor Fateta ini, merupakan bentuk perlawanan terhadap penyebaran Covid19. Hal ini merupakan upaya menjaga lingkungan dan keluarga kita, agar tidak terpapar wabah ini," ungkap Nanuk.

Ditambahkan penanggungjawab gugus tugas DPP IKA Unand Peduli yang juga wakil sekretaris bidang organisasi DPP IKA Unand, Ilhamsyah Mirman mengharapkan, labor fakultas lain juga ikut memproduksi hand sanitizer ini.

"DPP IKA Unand peduli dengan wabah yang tengah kita hadapi bersama saat ini. Pembuatan hand sanitizer ini merupakan langkah awal, kita akan terus bicarakan upaya terbaik dalam mencegah penyebaran pandemi ini," terang Ilham.

Alumni Siap Mendukung

Sekjen DPP Ikatan Alumni Universitas Andalas (IKA Unand), Prof Reni Mayerni menyatakan, siap mendukung seluruh labor yang ada di berbagai fakultas di Universitas Andalas, memproduksi hand sanitizer sebagai salah satu upaya pencegahan Covid19.

"Donasi terus dikirimkan alumni ke BPD Sumbar (Bank Nagari) pada rekening nomor 21000210266151 (kode 118) an. DPP IKA Unand. Kita akan terus menggalang dana, karena kebutuhan," ungkap Prof Reni yang juga Deputi Bidang Pengkajian Strategik Lemhannas RI.

Selain itu, Prof Reni mengingatkan, alumni yang terus berjibaku mencari bahan baku dan pendukung pembuatan hand sanitizer, untuk mematuhi SOP keamanan Covid19, menjaga jarak saat berada di kerumunan massa serta selalu menyediakan hand sanitizer jika dalam perjalanan.

"Kondisi Sumbar tidak memungkinkan untuk dianggap remeh. Kita tidak ingin, niat kita membantu sesama malah berakhir dengan kita ikut jadi korban," tegas Prof Reni mewanti-wanti.

Selain itu, Prof Reni menyebutkan, hand sanitizer yang akan diproduksi berbagai labor fakultas di Unand itu, selain akan dibagikan secara gratis ke mahasiwa Unand dan Unidha (Universitas Dharma Andalas), juga akan dibagikan ke berbagai kelompok masyarakat yang membutuhkan.

"Melalui Wakil Ketua KI Sumbar, Adrian Tuswandi, kita juga telah menitipkan hand sanitizer untuk dibagikan pada wartawan di Padang. Kita mengetahui, wartawan merupakan kelompok yang rentan terpapar Covid19. Jumlahnya masih belum banyak, semoga bisa dimanfaatkan secara optimal," harap Prof Reni.

Selain itu, dia mengharapkan seluruh masyarakat Sumbar, mutlak menjaga jarak saat berada di keramaian atau ruang publik, selalu mencuci tangan, tidak mengucek dan menggaruk mata, hidung dan mulut. Kemudian, selalu antri jika berada di ruang terbuka, tidak keluar rumah kalau tidak penting terutama menggunakan kendaraan umum.

"Mari kita sayangi diri, keluarga dan lingkungan. Ini yang penting kita lakukan sebagai pribadi mencegah pandemi ini makin meluas," tegasnya. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Pendidikan lainnya
Berita Provinsi Sumatera Barat lainnya