Tangis Kadinkes Padang Pecah, Laporkan Kondisi Paramedis Sulap Plastik Bening jadi APD

AI Mangindo Kayo | Kamis, 26-03-2020 | 19:44 WIB | 2984 klik | Kota Padang
<p>Tangis Kadinkes Padang Pecah, Laporkan Kondisi Paramedis Sulap Plastik Bening jadi APD<p>Kepala Dinkes Padang, Ferimulyani Hamid.

VALORAnews - Menyiasati kelangkaan Alat Pelindung Diri (APD), Dinkes Padang mengupayakan membuat sendiri. Produknya saat ini tengah dikerjakan sebuah UMKM di Padang. Kapasitas UMKM itu sebanyak 50 pieces (helai) per hari. Untuk

"Semoga upaya UMKM ini, bisa membuat petugas kesehatan kita tak ikut terpapar pandemi Virus Corona (Covid19). Paramedis kita itu, merupakan garda terdepan dalam mengatasi pandemi ini," ungkap Kepala Dinkes Padang, Ferimulyani Hamid saat rapat dengan DPRD Padang, Kamis (26/3/2020).

Tangis Ferimulyani pecah, saat para wakil rakyat itu terus menggali informasi terkait APD itu. Emosinya jadi tak lagi terkuasai. "Untuk memesan APD dari pabrikan, harganya sangat mahal saat ini. Itupun tidak menjamin ketersedian barangnya," ucapnya dengan nada serak.


"APD dan alat kesehatan kita tidak lengkap. Peralatan itu yang kita butuhkan untuk berada di garda depan menghadapi Corona," ucapnya sembari meminta maaf, akibat tidak bisa menahan kesedihan karena menyadari perjuangan tenaga medis dalam menghadapi pandemi corona sangat berat.

Ferimulyani menegaskan, dirinya mendukung penuh upaya yang dilakukan tim medis dari Puskemas yang mencoba membuat APD secara mandiri. "Untuk keamanan 100 persen tentu tidak. Tetapi usaha para medis yang ada di Padang, cukup membantu mengurangi tertular dari Virus Corona," terang dia.

Salah satu petugas medis yang membuat APD secara mandiri adalah tim dari Puskesmas Andalas, Padang. Pimpinan Puskesmas Andalas, dr Tiwi menerangkan, untuk penutup kepala memanfaatkan plastik bening yang banyak dijual di warung fotocopy. Untuk baju, dijahit sendiri dengan material plastik.

"Saat ini, kami punya 6 buah stok APD yang dibuat sendiri," tambahnya.

Saat ditanya anggota dewan, keamanan dan kenyamanan saat memakai APD yang dibuat sendiri, dr Tiwi menyatakan, upaya yang mereka lakukan itu hanya sebatas meminimalisir terpapar Covid19.

"Siap tidak siap, kita harus siap. Walaupun APD yang kita buat ini tidak menjamin 100 persen, sekurangnya meminimalisir," terangnya dengan mata berkaca-kaca. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Metro lainnya
Berita Kota Padang lainnya