Pemberitahuan Mepet, Persyaratan Tak Terpenuhi

SMKN 6 Padang Menolak Gelar UN Online

AI Mangindo Kayo | Selasa, 14-04-2015 | 15:22 WIB | 3974 klik | Kota Padang
<p>SMKN 6 Padang Menolak Gelar UN Online<p>Gedung SMKN 6 Padang di Jl Suliki No 1, Padang. Sekolah ini merupakan salah satu sekolah yang ditunjuk melaksanakan UN secara online. Karena keterbatasan sarana prasarana, sekolah kejuruan ini menolak melakukan ujian berbasis komputer itu. (veri/valoranews)

VALORAnews -- Kepala SMKN 6 Padang, Ishakawi mengatakan, penolakan sekolahnya melaksanakan ujian nasional (UN) 2015 secara online, lebih disebabkan ketidaklengkapan sarana dan prasarana. Dimana, salah satu syarat untuk bisa menggelar UN online, memiliki perangkat komputer minimal 1:3 dari jumlah murid.

"Jumlah perangkat komputer di SMKN 6 hanya sebanyak 50 unit, sedangkan murid yang mengikuti UN berjumlah 316 orang," ungkap Ishakawi beberapa saat lalu. (Baca juga: Komisi X DPR RI Pertanyakan Padang Tak Gelar UN Online)

Dikatakan Ishakawi, sebenarnya pihak sekolah telah diberitahu Dinas Pendidikan Sumbar sebagai salah satu sekolah pelaksana UN secara online, pada awal semester 2015/2015 lalu. Namun, persyaratan dan petunjuk teknis lebih lanjut, belum diberitahukan saat itu.


"Dua bulan jelang UN dilaksanakan, baru kami mendapat pemberitahuan tentang syarat-syarat tersebut, kami merasa tak mampu memenuhinya sehingga mengirim surat ketidaksanggupan ke provinsi," ungkap Ishakawi. (Baca juga: Enam Sekolah di Padang Tak Lolos Verifikasi Pelaksanaan UN Online)

Selain perbandingan jumlah komputer dengan murid 1:3, syarat lain yang harus dimiliki sekolah untuk menggelar UN berbasis komputer atau computer based test (CBT) adalah memiliki labor komputer yang terhubung secara local area network (LAN) serta memiliki jaringan internet dengan kapasitas layanan cukup baik (kecepatan server minimal 4 mbps).

Selain SMKN 6 di Padang, sekolah lainnya yang akan menggelar UN berbasis komputer di Sumbar yakni SMKN 1 Bukittinggi, SMKN 2 Bukittinggi, SMKN 1 Sijunjung, SMKN 1 Kotobaru Sitiung dan SMKN 3 Pariaman. Kelima sekolah ini gagal menggelar UN berbasis komputer karena tak lolos verifikasi. (vri)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Pendidikan lainnya
Berita Kota Padang lainnya