Siswa Lebih Tenang Karena UN Tak jadi Penentu Kelulusan

AI Mangindo Kayo | Selasa, 14-04-2015 | 19:56 WIB | 1091 klik | Kota Padang
<p>Siswa Lebih Tenang Karena UN Tak jadi Penentu Kelulusan<p>Wako Padang, Mahyeldi bersama siswa sejumlah sekolah yang tengah bermain di sebuah halaman masjid pada Minggu (12/4/2015). (humas pemko Padang)

VALORAnews - Kepala SMKN 6 Padang, Ishakawi mendukung, sistem kelulusan siswa yang tidak lagi tergantung pada hasil UN. Dengan sistem tersebut, menurutnya, siswa bisa lebih tenang menghadapi UN.

"Kadang kala, perasaan tegang itu yang membuat mereka tidak mampu menjawab materi soal yang sebenarnya jauh hari telah mereka kuasai," ungkap Ishakawi, tadi siang.

Menurutnya, kebijakan itu juga mengembalikan wewenang sekolah, dalam menentukan siswa yang berhak lulus. "Aturan sekarang ini, syarat kelulusan 70 persen dari nilai rapor dan 30 persen dari hasil UN," ungkap Ishakawi.


Kriteria kelulusan ujian ini, diatur melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No 5 Tahun 2015. Kriteria kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan dan pencapaian kompetensi lulusan dalam Ujian Nasional (UN) 2015 ini, tercantum dalam Pasal 2 sampai dengan Pasal 6. (Baca juga:Inilah Syarat Kelulusan UN 2015)

"Jangan sampai, prestasi dan perjuangan siswa selama tiga tahun, musnah hanya karena hasil UN. Jadi, seperti kembali kepada sistem lama, kelulusan siswa tidak tergantung dari NEM (nilai evaluasi murni) tapi lebih kepada STTB (surat tanda tamat belajar)," tambah Ishakawi.

Dengan begitu, tuturnya, NEM yang merupakan hasil dari ujian selama beberapa hari, tidak jadi faktor penentu kelulusan lagi. Sementara, STTB adalah prestasi siswa selama 3 tahun di sekolah.

UN tingkat SMA sederajat di Kota Padang pada 2015 ini, diikuti 14.334 siswa. Dua orang di antaranya mengikuti UN di Lembaga Permasyarakatan dan seorang di rumah sakit. (vri)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Pendidikan lainnya
Berita Kota Padang lainnya