Hindari Konfrontasi, HBT Bakar Jenazah di Bukit Gado-gado

AI Mangindo Kayo | Minggu, 15-11-2015 | 23:30 WIB | 6375 klik | Kota Padang
<p>Hindari Konfrontasi, HBT Bakar Jenazah di Bukit Gado-gado<p>Sejumlah warga Pasar Borong dan sekitarnya, menolak keberadaan Krematorium HBT di kawasan itu, Sabtu (14/11/2015). Menghindari konfrontasi dengan warga, HBT memindahkan lokasi pembakaran ke Bukit Gado-gado. (vebi rikiyanto/valoranews)

VALORAnews -- Menghindari konfrontasi dengan warga yang mengatasnamakan warga Pasar Borong dan sekitarnya, organisasi Himpunan Bersatu Teguh (HBT), melakukan prosesi pembakaran jenazah di Bukit Gado-gado, Minggu (15/11/2015).

Lokasi itu, sebenarnya bukanlah lokasi baru. Sebelumnya, prosesi pembakaran selalu dilakukan di tempat ini. Tapi, sejak setahun terakhir, tempat ini tidak lagi digunakan karena terkena dampak proyek jalan tembus Muaro-Telukbayur.

Sebelumnya, Sabtu (14/11/2015), suasana sempat memanas ketika pihak yang mengatasnamakan masyarakat Pasar Borong dan sekitarnya, melakukan aksi damai dengan berorasi sembari membawa spanduk yang berisi penolakan terhadap keberadaan kramatorium di tengah pemukiman.


Awalnya suasana cukup kondusif, karena pihak HBT telah memutuskan untuk sementara melakukan prosesi pembakaran di Bukit Gado-gado. Tetapi suasana berubah jadi panas, ketika pihak HBT mendapati pintu masuk gudang peralatan mereka dipasangi spanduk yang bertuliskan "Tutup Pembakaran Mayat (krematorium)."

Ketua (Toako) HBT, Andreas Syofiandi tampak meradang dan memerintahkan anggotanya untuk membuka spanduk tersebut.

"Ini sudah keterlaluan. Selama ini kita sudah sabar dan kooperatif, sekarang kita tidak bisa diam saja. Ini rumah kita, siapa saja tidak boleh berbuat seenaknya dirunah kita. Kita berjalan berdasarkan izin. Kita taat pada hukum. Mulai hari ini kita tidak akan diam saja," tegasnya.

Karena suasana yang tidak kondusif ditambah makin banyaknya massa yang terkonsentrasi, jajaran Polsek Padang Selatan dibantu Dalmas Polresta Padang yang dari awal sudah berjaga-jaga, berusaha menenangkan.

Kapolsek Padang Selatan, Kompol Eriyanto meminta kedua belah pihak untuk menahan diri. Ketegangan berhasil diredam, tapi kedua belah pihak tetap bertahan dengan keyakinannya.

"Kami tidak akan berhenti sampai tempat ini (krematorium) ditutup," tegas Wan Hamzah, Koordinator Masyarakat.

Sementara, Andreas mengatakan, krematorium ini sudah memiliki izin lengkap baik dari segi IMB maupun Bapedalda. Jadi, pihak HBT tetap akan melaksanakan prosesi pembakaran di tempat itu. (vri)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Metro lainnya
Berita Kota Padang lainnya