Sungai Bangek jadi Kota Satelit, Netizen Was-was

Sri Wahyeni | Senin, 11-01-2016 | 09:49 WIB | 1595 klik | Kota Padang
<p>Sungai Bangek jadi Kota Satelit, Netizen Was-was<p>Wali Kota Padang, Mahyeldi Dt Marajo, mandi di Aie Pincuran Tujuh Tingkek, di Koto Tangah, usai bersepeda keliling kota. (humas)

VALORAnews - Rencana pengembangan Kelurahan Sungai Bangek, Koto Tangah jadi kota satelit, menuai pro kontra dari netizen. Keterlibatan investor asing dalam pembangunannya menimbulkan rasa was-was bagi sebagian netizen asal Minang.

Seperti yang diungkap pemilik akun facebook Afdhal Allz Mhs. Dia mengambil contoh pembangunan Kota Jakarta yang didominasi pendatang. Pembangunan ibukota Indonesia tersebut membuat orang Betawi sebagai penduduk asli menjadi tersingkir.

"Bapak, belajar lah dari jakarta.. Kemajuanya membuat orang betawi tersingkirkan... Ide pembangunan hendaknya bisa dinikmati oleh pribumi lokal.. Saya mendukung semua kemajuan padang khususnya terlebih yg ikut mengangkat kualitas hidup masyarakat.. Jgn sampai spt betawi yg akhirnya dikuasai para kapitalis pemilik modal...," tulis Afdhal Allz Mhz mengomentasi fanpage Facebook Humas dan Protokol Pemko Padang terkait rencana pembangunan kota satelit tersebut.


Hal senada juga diungkap pemilik akun Budi Satria Muchlis. Dalam komentarnya, dia menyarankan agar Pemko Padang lebih mendahulukan anak nagari dalam proses pembangunan. "Masukan untuk Pak Walkot Padang yth. Semoga investor asing menjadi pilihan terakhir, mendahulukan anak nagari lebik baik dan bersaing," tulisnya.

Namun pendapat berbeda diutarakan pemilik akun Surya Beqim. "Pak wali... saya setuju. Kota padang harus bisa bersaing dgn kota kota propinsi tetangga," tutur Surya Begim.(baca juga: Sterilisasi Batu Grib, Pedagang No, Netizen Yes)

Seperti diberitakan, Tak lama lagi Kota Padang bakal memiliki kota satelit. Kelurahan Sungai Bangek yang terletak di Kecamatan Koto Tangah adalah kawasan yang terpilih untuk dikembangkan menjadi kota satelit.

Tak tanggung-tanggung, investasi pembangunan kota satelit itu ditaksir mencapai Rp5 triliun. Pembangunannya merupakan kerjasama dengan investor asal China Country Garden dengan pelaksana PT Dempo Group. (lok)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Metro lainnya
Berita Kota Padang lainnya