Pengancaman Berakhir dengan Pengungkapan Pencurian Laptop

AI Mangindo Kayo | Jumat, 15-01-2016 | 11:50 WIB | 1162 klik | Kota Padang
<p>Pengancaman Berakhir dengan Pengungkapan Pencurian Laptop<p>Kapolsek Padang Barat, Kompol Sumintak mencermati pemeriksaan pelaku pencurian adalah Riki Rahmadoni alias Fatur, warga Olo Ladang, Rabu (9/1/2015). (vebi rikiyanto/valoranews)

VALORAnews - Awalnya, Direktur Leo Agusta Institut, korban Julia Francesca Agusta (46), kehilangan komputer jinjing (laptop) di ruang kerjanya, Kamar 5 Wisma Seni Taman Budaya Padang, kelurahan Belakang Tangsi, Kecamatan Padang Selatan, Kamis (7/1/2016).

Walau tak mau melaporkan kejadian ini ke polisi, korban masih menaruh curiga, karena kondisi pintu yang masih terkunci rapi. Korban menduga, pelaku masuk dari belakang dan itu pasti ada unsur orang dalamnya.

Karena kerap menginap di Taman Budaya dan telah merasa semua orang yang ada di kawasan itu seperti keluarga sendiri, Julia akhirnya lebih memilih langkah pendekatan persuasif, tak berniat membawa masalah ini ke polisi.


"Kami bergerak di bidang budaya. Gerakan kami adalah gerakan perubahan melalui budaya. Kami sehari-hari di sini (Taman Budaya-red). Jadi orang-orang di lingkungan ini seperti keluarga semuanya. Jadi kami coba dengan musyawarah dulu," ungkap Julia seputar latar belakang terungkapnya kasus pencurian laptop dirinya.

Uniknya, kasus ini terbongkar secara tidak sengaja ketika terjadi pertengkaran antara Agustina (51) --teman Julia-- dengan Karyawan honerer Taman Budaya, Rio Satria (23).

Rio yang merasa kesal --karena dimarahi-- mengancam Agustina dengan sebilah clurit.

"Saya menegur Rio, karena tak kunjung membuka spanduk yang terpasang di Taman Budaya, padahal acaranya sudah selesai seminggu lalu," ungkapnya.

Rio lalu pergi kebelakang. Agustina kira masalahnya sudah selesai. Tapi ternyata Rio kembali dan mengancam dengan clurit. Bahkan dia sempat berteriak, "Jaan agiah tau lo sia nan ma ambiak laptop ibu Julia."

Merasa terancam, barulah Agustina melaporkan hal tersebut ke Polsak Padang Barat, Sabtu (9/1/2016).

Berdasarkan laporan LP/26/1/2016 tanggal 9 Januari 2016 tersebut, akhirnya Rio ditangkap Rabu (13/1/2016) di Taman Budaya.

Dari hasil interograsi dan pengakuan Rio, pelaku pencurian adalah Riki Rahmadoni alias Fatur, warga Olo Ladang. Diperoleh keterangan, Fatur pernah mencoba menawarkan laptop curian tersebut kepada kakak Rio.

Fatur akhirnya ditangkap, Rabu (9/1/2015), ketika sedang tidur di rumahnya tanpa perlawanan.

Penangkapan yang dipimpin Kanit Reskrim Padang Barat Ipda Yahya NS tersebut, berhasil disita satu unit Laptop jenis Soni Vaio. Turut diamankan, Defrison (42) yang menadah hasil curian tersebut.

"Saya tidak ingin berakhir seperti ini. Rio sudah saya anggap anak sendiri, masa kami yang mendengung-dengungkan perubahan melalui budaya, harus menjerat anak kami sendiri ke ranah hukum.Tapi, kami anggap ini pembelajaran bagi Rio, yang masih muda karena mengancam dengan senjata tajam jelas melawan hukum," ujar Julia.

Namun, raut muka Julia terlihat sangat geram, ketika memeriksa laptop-nya dan mengetahui semua data di dalamnya sudah hilang.

"Data itu hasil kerja keras saya selama belasan tahun," kata Julia dengan nada geram.

Sementara, Kapolsek Padang Barat, Kompol Sumintak mengatakan, ketiga pelaku akan dijerat Pasal 363 pencurian, 335-336 dan Pasal 480 masing-masing diancam penjara 5 tahun. (vri)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Metro lainnya
Berita Kota Padang lainnya