Demonstran Protes, Setiap Kali Demo Selalu Ditemui Aristo

BEM Unand Desak Jokowi Segera Lakukan Resufle Kabinet

AI Mangindo Kayo | Rabu, 20-05-2015 | 21:02 WIB | 2167 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>BEM Unand Desak Jokowi Segera Lakukan Resufle Kabinet<p>Demonstran dari BEM KM Unand berorasi di Jl Khatib Sulaiman, depan kantor DPRD Sumbar, saat Hari Kebangkitan Nasional yang jatuh pada 20 Mei 2015 ini. Mereka menuntut Jokowi untuk segera memperbaiki kinerja. (@BEMKM UNAND)

VALORAnews -- Sedikitnya, 200 mahasiswa dari BEM KM Unand, menandai Hari Kebangkitan Nasional dengan menggelar aksi demo di kantor DPRD Sumbar, Rabu (20/5/2015). Saat orasi, demonstran sempat menolak kehadiran anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Sumbar, Aristo Munandar yang datang menemui mereka.

"Mana yang lain pak. Setiap kali kami melakukan aksi di kantor DRPD Sumbar, selalu bapak yang menemui kami. Apa anggota DPRD Sumbar hanya bapak seorang," teriak demonstran saat melihat Aristo Munandar datang ke halaman depan kantor DPRD, tadi siang.

Teriakan-teriakan sumbang lalu ikut menggema. "Jangan enak-enakan berkurung di ruang ber-AC pak! Anggota yang lain kemana, jalan-jalan ya, Kunker ke luar negeri ya." Itu lah sekelumit teriakan yang menggema saat Aristo yang didampingi Plt Sekwan, Raflis mendatangi aksi mereka.


Ditohok begitu, mantan bupati Agam dua periode itu dengan kebapakan menjelaskan, anggota dewan memang sedang tak berada di tempat. Sebagian besar, tengah melakukan kunjungan kerja ke sejumlah daerah di Sumbar dalam menyesuaikan sejumlah Ranperda yang tengah dibahas DPRD.

"Rekan-rekan bukan ke luar negeri," tegas Aristo. "Pada intinya, saya senang adik-adik mahasiswa melakukan aksi dalam rangka mengingatkan pemerintah," tambahnya.

Selama berorasi, demonstran ini membentangkan sejumlah spanduk yang berisi imbauan pada pemerintahan Jokowi-JK, untuk lebih memperhatikan nasib rakyat seperti tingkatkan anggaran kesehatan, perjelas regulasi BJS dan lainnya.

Dalam orasinya, Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unand, Redo Deskumar meminta pemerintahan Jokowi-JK, untuk segera memperbaiki kinerja. Kalau perlu, lakukan resufle kabinet bagi menteri yang tidak bisa bekerja maksimal. (Baca: Inilah 8 Tuntutan Mahasiswa Unand)

"Kami tidak minta Jokowi mundur, tapi kami tetap akan mengawal dan mengawasi kinerja pemerintahan, karena fungsi mahasiswa salah satunya adalah sosial kontrol," kata Redo dalam orasinya. Di kesempatan itu, BEM Unand juga membagikan delapan point tuntutan mereka pada Jokowi-JK dalam memimpin Indonesia hingga berakhirnya masa jabatan di 2019 nanti. (Baca: Inilah 8 Tuntutan Mahasiswa Unand)

"Sudah seharusnya kita sebagai mahasiswa, bertanggungjawab untuk memperingatkan pemimpin pemerintah kita, yang telah melenceng dari koridornya. Dari yang seharusnya membuat kebijakan pro rakyat, tapi realitanya malah membuat rakyat menderita." (vri)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Pendidikan lainnya
Berita Provinsi Sumatera Barat lainnya