Paralayang di Agama, Farhan: Angin Stabil, Bisa Sepanjang Tahun Melayang

AI Mangindo Kayo | Minggu, 07-05-2017 | 23:56 WIB | 206 klik | Kab. Agam
<p>Paralayang di Agama, Farhan: Angin Stabil, Bisa Sepanjang Tahun Melayang<p>Wakil Bupati Agam Trinda Farhan Satria, di halaman SD Negeri 02 Bayua, Minggu (7/5/2017), menutup secara resmi iven Paragliding Trip Of Indonesia (TRoI) Seri 2. (humas)

VALORAnews - Paragliding Trip Of Indonesia (TRoI) Seri 2 resmi ditutup Wakil Bupati Agam Trinda Farhan Satria, di halaman SD Negeri 02 Bayua, Minggu (7/5/2017). Perlombaan TRoI Seri 2 pada 2-8 Mei ini memperlombakan beberapa nomor yaitu Tandem, Lolita, Putri Junior, Putra Junior, Putri Senior dan Putra Senior. Lomba diikuti 140 orang Atlit Nasional dan 2 orang Atlit luar negeri (Singapura).

Menurut Trinda Farhan Satria, Kabupaten Agam merupakan daerah destinasi wisata yang memiliki keindahan alam luar biasa, khusus untuk event Paralayang Puncak Lawang yang dijadikan sebagai tempat take off dan Nagari Bayua sebagai tempat landing merupakan spot terbaik dan surganya para pecinta olahraga paralayang.

"Puncak Lawang memiliki arah angin paling stabil dan sepanjang tahun. Para atlet dan pecinta paralayang bisa terbang sesuka hati, tanpa mesti menunggu musim-musim tertentu," ungkap Farhan menjelaskan kelebihan terbang paralayang di Puncak Lawang dengan disuguhi hamparan biru Danau Maninjau yang menyejukkan mata.


Hadir pada acara penutupan itu, Bambang Hermansyah dari Kementrian Pemuda dan Olahraga, Danlanud Sutan Syahrir Padang selaku ketua pelaksana, ketua DPRD Agam, Muspida Plus Kabupaten Agam, Ketua FASI Pusat, Kol Penerbang I Putu Gede Swartika, Pengurus FASIDA Sumbar serta Fajar Andrianto dari PB FASI sebagai perwakilan organisasi paralayang, dan para atlet paralayang lintas benua.

Diharapkan Farhan, iven tersebut dapat mendorong Agam jadi tuan rumah berbagai ajang internasional lainnya. Sebab, daerah ini memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan dan layak diapresiasi dunia.

"Dengan catatan kita harus lebih memperbaiki kondisi infrastruktur dan sarana prasarana penunjang yang ada, seperti tempat landing kita upayakan dengan sistem landing terapung (Water Sport Landing) di Danau Maninjau," terangnya.

"Kita sekaligus juga mengintensifkan promosi dan sosialisasi serta yang tak kalah pentingnya adalah tumbuhnya ekonomi kreatif masyarakat dengan munculnya pedagang tradisional di lokasi kegiatan, bertambahnya omset pengusaha restoran/rumah makan termasuk Hotel maupun Homestay dengan adanya kegiatan lomba paralayang ini," imbuhnya.(rls/ham)

Berita Sport lainnya
Berita Kab. Agam lainnya