Kesuksesan itu Memerlukan Superteam, bukan Superman

AI Mangindo Kayo | Kamis, 15-06-2017 | 17:21 WIB | 157 klik | Kota Padang
<p>Kesuksesan itu Memerlukan Superteam, bukan Superman<p>Walikota Padang, H Mahyeldi Dt Marajo berada di antara kerumunan siswa SMAN 2 Padang yang tengah mengikuti Pesantren Ramadan di Masjid Bustanul Ilmu di kompleks sekolah itu, Kamis (15/6/2017) pagi. (humas)

VALORAnews - Walikota Padang, H Mahyeldi Dt Marajo memotivasi siswa SMAN 2 Padang yang ikut Pesantren Ramadan di Masjid Bustanul Ilmu di kompleks sekolah itu, Kamis (15/6/2017) pagi. Menurutnya, sukses dapat diraih jika bersama-sama.

"Sukses bukan milik superman atau superwoman, akan tetapi sukses dapat diraih jika kita menjadi superteam," kata Mahyeldi saat bertausyiah dan membakar semangat peserta pesantren.

Ditekankan Mahyeldi, seluruh generasi muda mesti menjalin kekompakan. Tidak suka diadu domba oleh siapapun.


"Disinyalir, terjadinya tawuran di Padang karena ada upaya dari pihak lain yang ingin menghancurkan bangsa Indonesia," tegas Mahyeldi.

Dia mengimbau seluruh generasi muda, untuk menjalin persatuan dan kesatuan. Menanamkan sikap saling membantu. Sehingga dapat sukses bersama-sama.

Di tengah ratusan siswa SMAN 2 Padang itu, Mahyeldi menyampaikan resep agar generasi muda kelak jadi pemimpin dan penggerak bangsa. Menurutnya, ada tiga hal di dalam ayat al Quran untuk membekali generasi muda agar tidak menjadi generasi yang lemah.

Resep pertama yakni pentingnya penanaman nilai keagamaan di masing-masing diri generasi muda. Dengan keimanan yang mendalam, generasi muda akan memiliki kepercayaan diri.

"Dengan iman lah kita sukses," tukas Mahyeldi.

Selain itu, membekali diri dengan ilmu pengetahuan merupakan salah satu kunci sukses yang harus dimiliki. Memanfaatkan waktu dengan belajar merupakan langkah jitu untuk membekali diri dalam menghadapi kompetisi kehidupan.

"Jadilah orang yang suka menggali ilmu pengetahuan," imbau Mahyeldi.

Mahyeldi menyebut, nantinya yang akan menjadi pemimpin bangsa dan tidak mudah dipengaruhi orang lain adalah mereka yang memiliki bekal ilmu pengetahuan yang cukup. Mahyeldi mengimbau kepada calon penerus bangsa agar tidak membebek kepada bangsa lain karena tidak memiliki bekal ilmu yang cukup.

"Apakah mau jadi bangsa yang membebek dengan bangsa lain," tanya Mahyeldi pada seluruh siswa.

Serempak seluruh siswa menjawab tidak. Mereka pun nampak bersemangat untuk menjadi pemimpin bangsa yang berilmu ke depannya. Tak lupa, di depan seluruh siswa, Mahyeldi mengajak seluruh siswa mengepalkan tangannya dan membaca takbir.

Seperti diketahui, mulai tahun 2020 hingga 2045, Indonesia meraih "Bonus Demografi". 60 persen lebih jumlah penduduk di Indonesia didominasi oleh usia produktif.

Warga Indonesia usia produktif itu akan menggerakkan bangsa, penuh vitalitas, dan akan menunjukkan kemampuan dan kehebatan Indonesia di depan bangsa lain. (rls/vri)

loading...
Berita Pendidikan lainnya
Berita Kota Padang lainnya