Guru Seni di Solsel Dilatih Keterampailan Decoupage Art

AI Mangindo Kayo | Kamis, 03-08-2017 | 14:46 WIB | 208 klik | Kab. Solok Selatan
<p>Guru Seni di Solsel Dilatih Keterampailan Decoupage Art<p>Ketua Dekranasda Solok Selatan, Suriati Muzni Zakaria saat pelatihan decoupage art bagi perajin, pelukis dan guru seni di aula Kantor Bupati setempat Kamis (3/8/2017).) (diky lesmana/valoranews)

VALORAnews - Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Solok Selatan, memberikan pelatihan pada perajin, pelukis dan guru seni untuk meningkatkan keterampilan mereka, Kamis (3/8/2018). Pelatihan yang diberikan yakni decoupage art atau seni menghias atau menempel gambar pada sebuah objek.

"Untuk memberikan pelatihan ini kita menggandeng Kania Sari dari Deconia Bandung untuk seni menempel kertas yang dipadu dengan cat serta tekstur (decoupage art), sehingga bisa menghasilkan produk bermutu dan berkualitas eksport," kata Ketua Dekranasda Solok Selatan, Suriati Muzni Zakaria.

Menurutnya, kegiatan ini berawal dari kunjungan yang dilakukan Dekranasda setempat saat pameran Innacraft di Jakarta Convetion Center pada April 2017. Saat kunjungan itu, kerajinan craft yang dibuat Kania Sari tidak rumit tetapi berkualitas sehingga memiliki nilai jual tinggi.


"Sebagai daerah yang sedang gencar mengembangkan dan mempromosikan pariwisata perajin harus mampu menghasilkan produk souvenir yang berkualitas minimal sebagai cendramata bagi wisatawan," ujarnya.

Dikatakan, minat perajin Solok Selatan sangat tinggi untuk mengetahui dan mempelajari hal-hal baru terutama dalam menciptakan produk kerajinan hanya saja kesempatan dan arahan yang kurang dalam menggali potensinya. Dekranasda terus mendorong dan mengarahkan perajin terus berkarya sehingga bisa menjadi pendapatan bagi mereka.

Pelatihan yang diberikan Dekranasda katanya, untuk membina dan mengarahkan perajin agar bisa berkarya menciptakan produk berskala nasional yang diminati pasar. Peserta pelatihan ini sebanyak 25 orang yang terdiri dari perajin, guru seni dan pelukis.

Diharapkan, peserta pelatihan bisa menularkan ilmu yang didapat kepada masyarakat minimal disekitar tempat tinggal mereka.

Sementara, Kania Sari, mengatakan, proses pembuatan produk Souvenir tersebut tidak rumit namun butuh kesabaran.

"Ketelitian adalah kuncinya sehingga produk yang dihasilkan sempurna dan tidak ada cacatnya serta memiliki nilai jual tinggi," ujarnya.

Untuk produk ekspor, kata dia, nilai jualnya lebih bagus tetapi tidak boleh ada cacatnya walaupun sedikit. (dky)

Berita Bisnis lainnya
Berita Kab. Solok Selatan lainnya