Pemko Padangpanjang Gratiskan Biaya Pendidikan Pondok Al Quran

AI Mangindo Kayo | Sabtu, 12-08-2017 | 18:09 WIB | 169 klik | Kota Padang Panjang
<p>Pemko Padangpanjang Gratiskan Biaya Pendidikan Pondok Al Quran<p>Walikota Padangpanjang, Hendri Arnis memimpin dialog bersama stake holder terkait, tentang rencana menggratiskan biaya pendidikan al Quran di kota itu, Kamis (9/8/2017) malam. (humas)

VALORAnews - Pemko Padangpanjang tampaknya ingin terus mempermanenkan eksistensi sebagai serambi mekah-nya Ranah Minang. Sejumlah program terus diluncurkan Pemko setempat, terutama sejak Padangpnjang dinahkodai Walikota, H Hendri Arnis.

Sebagai implementasinya, selama tiga tahun terakhir, Pemko Padangpanjang terus memberikan porsi yang lebih besar dari APBD-nya untuk menyasar sektor keagamaan daerah ini.

Tahun lalu, di 2016, di sebuah kawasan di Koto Katiek, kecamatan Padang Panjang Timur, mulai dikemas menjadi sebuah kawasan Pusat Study Islam terlengkap dan terbesar di Sumatera Barat, atau lazim disebut Islamic Centre.


Dalam proyek yang cukup prestisius ini, Pemko Padang Panjang menggelontorkan dana yang tidak sedikit. Terkalkulasi hingga selesai nanti, bakal menghabiskan anggaran belasan hingga puluhan milyar rupiah.

"Tahap awal sudah kita mulai dengan pembangunan Bangunan induk Masjid, dan tahun 2017 ini kita masuk pada segmen pembangunan bagian gedung lainnya, yang merupakan rangkaian dari konsep kawasan islamic centre terpadu," ujar Kabid Cipta Karya Dinas PU Padangpanjang. Agung Satria.

Tidak hanya bersifat pisik, Pemko Padangpanjang juga terus melakukan terobosan, dalam upaya peningkatan Iman dan taqwa di kalangan pelajar. Pekan ini, kembali dicetus terobosan baru, dengan menggratiskan biaya pendidikan di TPQ dan TPSQ se Kota Padangpanjang, sembari menaikan gaji/honor para pengajar TPQ dan TPSQ tersebut.

"Ya, sesuai saran wali kota, kita akan melaksanakan program pendidikan gratis di seluruh TPQ dan TPSQ yang dilaksanakan tahun ini juga," ujar Kabag Kesra Setdako Padangpanjang, Eri, Kamis (10/8/2017).

Katik Eri menerangkan, penyesuaian honor guru TPQ ini sudah dilakukan beberapa kali sejak pemerintahan Hendri Arnis. Awalnya dilaksanakan pada 2013, kemudian berlanjut tiga kali kenaikan berikutnya.

"Sedikitnya sejak 2013, Pemko telah melakukan empat kali penyesuaian honor guru dan pengurus Taman Penidikan Al Quran (TPQ) dan TPSQ. Dari sebelumnya Rp400 ribu honor guru TPQ klasifikasi A, tahun 2013, dinaikan menjadi Rp600 ribu. Kemudian naik lagi jadi Rp900 ribu dan terakhir, melalui dana APBD perubahan tahun 2017, honor guru TPQ klasifikasi A tersebut kembali naik menjadi Rp1,5 juta," ujar Katik Eri.

"Klasifikasi guru TPQ/TPSQ di Padangpanjang terbagi empat, mulai dari A hingga D, dengan jumlah honor yang juga berbeda tergantung klasifikasinya," tambah Eri.

Namun, dia mengingatkan, dengan adanya sistem pendidikan gratis di TPQ dan TPSQ, jangan sampai menghilangkan atau mengurangi perhatian orang tua terhadap anaknya. Malah sebaliknya diharapkan bisa lebih meningkat.

Sementara, Kakan Kemenag Padangpanjang, Basri menjelaskan, sebelum program pendidikan gratis ini dimulai, dalam acara dialog jajaran Pemko yang dipimpin langsung Hendri Arnis dengan pengurus dan staf pengajar TPQ/TPSQ di rumah dinas Walikota, Rabu (9/8/2017), diperoleh dua opsi dalam pelaksanaan pendidikan gratis tersebut.

Namun, atas permintaan para orang tua dan wali murid serta pengelola TPQ, dipakai opsi pertama, yakni tidak menghalangi para orang tua murid yang mampu untuk tetap memberikan donasi dalam bentuk infak, sedekah atau bentuk lainnya kepada Taman Pendidikan Alquran tempat anak mereka di didik.

"Itu benar, jika memang ada orang tua murid yang ingin memberikan sumbangan sebagai donatur ke TPQ, kita persilahkan dan itu dibolehkan," sebut Basri.

Hendri Arnis didampingi Plt Sekdako Indra Gusnaydi, Kepala Bappeda Sony Budaya Putra, menyambut gembira nota kesepahaman yang sudah diputuskan dalam acara dialog Pemko dengan para pengurus dan guru TPQ/TPSQ se Kota Padangpanjang.

"Saya minta, sebelum program ini efektif dilaksanakan, sebaiknya disosialisasikan dulu di masing-masing pondok al Quran, dengan mengundang para orang tua ataupun wali murid," pinta Hendri Arnis, sembari menugaskan Sekda untuk menyusun tim yang akan diturunkan untuk menyosialisasikan program ini ke TPQ/TPSQ yang ada.

"In Sya Allah setelah ketok palu APBD perubahan, kenaikan honor guru TPQ/TPSQ bisa kita realisasikan, paling lambat Oktober," sebut Hendri.

TPQ/TPSQ di Padangpanjang, saat ini berjumlah 65 dengan jumlah guru termasuk kepala sekolah mencapai 164 orang. (rls/bri)

Berita Pendidikan lainnya
Berita Kota Padang Panjang lainnya