Nagari Tiagan Masih Berstatus 3T, Nasrul Abit: Ini Tak Bisa Dibiarkan

AI Mangindo Kayo | Minggu, 13-08-2017 | 17:08 WIB | 173 klik | Kab. Pasaman Barat
<p>Nagari Tiagan Masih Berstatus 3T, Nasrul Abit: Ini Tak Bisa Dibiarkan<p>Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit menunggu paton, alat menyeberang tradisional di Nagari Tiagan, Kecamatan Kinali, Pasbar, saat kunjungan kerja ke daerah terluar, tertinggal dan terdepan di Sumbar, Sabtu (12/8/2017). (humas)

VALORAnews -- Infrastruktur jalan dan jembatan di Nagari Tiagan, Kecamatan Kinali, Kabupaten Pasaman masih belum layak. Padahal, daerah penghasil ikan kering ini, membutuhkan jembatan dan jalan yang representatif, sehingga akan memudahkan dalam pemasaran produksi masyarakat.

Selain itu, Nagari Tiagan juga kekurangan tenaga pendidik di tingkat SMP. Selain itu, kenagarian tersebut juga membutuhkan sebuah SMA. Selama ini, masyarakat terlalu jauh sekolah menyambung ke jenjang SMA.

"Jika ini kita biarkan, takut nanti anak anak kita yang tidak mampu, tidak mau melanjutkan pendidikan justru menjadi tenaga kerja berkualutas rendah, atau hidup melaut dan masih terbelenggu kemiskinan," kata Wagub Sumbar Nasrul Abit, yang melakukan kunjungan kerja ke salah satu daerah terluar, tertinggal dan terdepan (3T) di Sumbar, Sabtu (12/8/2017).


Dikesempatan itu, Nasrul Abit menyatakan keprihatinannya, melihat infrastruktur nagari yang masih sangat sederhana. Jembatan penghubung masih memanfaatkan paton, alat menyeberang tradisional yang menghubungkan Jorong Tiagan dengan Mandiangin.

Ikut mendampingi Kunker tersebut, Walinagari Tiagan, Endang Putra, Camat, Muspika serta beberapa tokoh masyarakat Tiagan.

Nasrul Abit menegaskan, jika sudah beres persoalan tanah untuk pembangunan sekolah, infrastruktur jalan, jembatan dan lainnya, termasuk rumah ibadah, Walinagari diharapkan segera menyiapkan proposal ke Pemkab Pasaman Barat dan Pemprov Sumbar. "Hal ini tentu akan jadi perhatian pembangunan Pemkab Pasbar dan Pemprov Sumbar," terangnya.

Sementara, persoalan bantuan bidang pertanian dan perkebunan untuk sawit, pemerintah tidak bisa bantu karena sawit merupakan perkebunan industri. Kecuali pertanian perkebunan lain seperti bantuan bibit dan penambahan lahan sawah baru, sayur-sayuran dan lainnya.

Dikesempatan itu, Nasrul Abit juga menyempatkan diri melihat kondisi nagari Tiagan dengan kendaraan roda dua bersama walinagari. (rls/kyo)

emzalmi-desri
Berita Ranah lainnya
Berita Kab. Pasaman Barat lainnya