Ini Analisis Gempa 6,4 SR Tadi Siang dari BMKG

AI Mangindo Kayo | Minggu, 13-08-2017 | 18:15 WIB | 122 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Ini Analisis Gempa 6,4 SR Tadi Siang dari BMKG<p>Personel Pusdalop PB Sumbar, tengah memberikan diseminasi informasi pada berbagai lapisan masyarakat, pascaterjadinya gempa berkekuatan 6,4 SR, Minggu (13/8/2017). (humas)

VALORAnews -- Gempa berkekuatan 6,4 SR (sebelumnya dilansir 6,6 SR), Minggu (13/8/2017), pukul 10.18 WIB, termasuk dalam klasifikasi gempabumi dangkal akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia tepatnya di Zona Benioff di bawah cekungan busur muka (fore arc basin) Samudera Hindia sebelah barat Sumatra.

"Konvergensi kedua lempeng tersebut membentuk zona subduksi yang menjadi salah satu kawasan sumber gempabumi yang sangat aktif di wilayah Sumatera. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini dipicu oleh penyesaran naik (thrust fault)," ungkap Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Moch Riyadi dalam siaran persnya.

Hingga pukul 10.51 WIB, terangnya, hasil monitoring BMKG menunjukkan, terjadi aktivitas gempabumi susulan (aftershock) sebanyak 1 kali. Hasil analisis BMKG menunjukkan, gempabumi berkekuatan M 6,4 SR, terjadi dengan koordinat episenter pada 3,68 LS dan 101,69 BT atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 36 km arah barat daya Kota Ketaun, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu pada kedalaman 58 km.


Dampak gempabumi berdasarkan shakemap dan laporan masyarakat menunjukkan, gempabumi berupa guncangan dirasakan di Bengkulu, Bengkulu Utara dan Kepahiang dalam skala intensitas II SIG-BMKG (V MMI).

Guncangan juga dirasakan di Lubuk Linggau, Bengkulu Selatan, Kerinci, Liwa dalam skala intensitas II SIG-BMKG (IV MMI). Sementara di Pariaman, Tua Pejat, Mentawai, Pesisir Selatan, Padang dalam skala intensitas II SIG-BMKG (III MMI), termasuk Padangpanjang, Bukittinggi, Payakumbuh dalam skala intensitas I SIG-BMKG (I-II MMI).

"Hasil pemodelan menunjukkan, gempa ini tidak berpotensi tsunami," tegasnya.

Kepada masyarakat di wilayah Pesisir Bengkulu dan sekitarnya, dia mengimbau, agar tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenaranya. (kyo)

Berita Ranah lainnya
Berita Provinsi Sumatera Barat lainnya