Sumbar Bentuk Forum Pengawasan Obat dan Makanan

AI Mangindo Kayo | Minggu, 13-08-2017 | 19:11 WIB | 105 klik | Kab. Padang Pariaman
<p>Sumbar Bentuk Forum Pengawasan Obat dan Makanan<p>Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno didampingi Peny K Lukito (kepala BPOM), Ali Mukhni (Bupati Padangpariaman) dan stake holder terkait lainnya, foto bersama usai pembentukan Forum Advokasi dan Komitmen Lintas Sektor Terkait Efektivitas Pengawasan Obat dan Makanan se-Sumatera Barat, di aula kantor bupati Padangpariaman, Minggu (13/8/2017). (humas)

VALORAnews -- Di Sumbar, terdapat ujuh pasar yang mendapat program Pasar Aman dari Bahan Berbahaya dari Badan POM yaitu Pasar Bandar Buat, Pasar Alai, Pasar Tanah Kongsi dan Pasar Ulak Karang di Padang. Kemudian, Pasar Ibuh di Payakumbuh, Pasar Bawah (Bukittinggi) dan Pasar Batusangkar (Tanahdatar).

Sementara, untuk kegiatan Gerakan Keamanan Pangan Desa (GKPD) telah memberi manfaat yang besar dan telah dilaksanakan di 16 kelurahan dan nagari di Sumatera Barat. Pada tahun 2015, Nagari Cupak mendapat nilai tertinggi se-Indonesia.

"Tahun ini, In Sya Allah, kelurahan Ekor Lubuk Padangpanjang, juga akan mendapat nilai tertinggi dan saat ini telah dalam tahap penilaian 6 besar se-Indonesia," ungkap Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno pada pembentukan Forum Advokasi dan Komitmen Lintas Sektor Terkait Efektivitas Pengawasan Obat dan Makanan se-Sumatera Barat, di aula kantor bupati Padangpariaman, Minggu (13/8/2017).


Pembentukan yang turut dihadiri Kepala Balai POM RI, Penny K Lukito itu, merupakan implementasi Inpres No 3 Tahun 2017 tentang Efektivitas Pengawasan Obat dan Makanan. Stake holder yang terlibat pada forum ini antara lain BB POM Padang, bupati/walikota se-Sumbar, Dinkes dan Disperindag se-Sumatera Barat dan Ikatan Apoteker Sumatera Barat.

Disebutkan Irwan, kegaitan lainnya yang telah terjalin bersama BB POM Padang yakni pengawasan Jajanan Anak Sekolah. Secara bersama-sama antara kabupaten/kota dan Balai Besar POM Padang, telah dibentuk fasilitator Keamanan Pangan Jajanan Anak sekolah dari Puskesmas yang tersebar di seluruh Sumatera Barat.

"Pengawasan bersama pada sarana Distribusi Obat dan Makanan juga terus dilakukan. Kemudian, pemerintah daerah termasuk kabupaten/kota dalam menyusun Tim Keamanan Pangan terpadu selalu melibatkan Balai Besar POM di Padang," ungkapnya.

Pelatihan terkait Industri Rumah Tangga Pangan, Distribusi Obat dan Makanan dan pelatihan lain selalu melibatkan Balai Besar POM di Padang sebagai Narasumber bukan hanya dari Dinas Kesehatan tetapi juga dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pariwisata, Dinas Pangan, Dinas Pertanian, Dinas Perikanan dan Dinas Pariwisata

"Kerjasama di atas, kita perkuat dengan adanya MoU antara Badan POM dan Pemerintah Propinsi Sumatera Barat," harap Irwan. (rls/kyo)

Berita Ranah lainnya
Berita Kab. Padang Pariaman lainnya