BMKG, USGS, GFZ dan EMSC Catat Ada Ledakan Nuklir di Korea Utara

AI Mangindo Kayo | Senin, 04-09-2017 | 22:37 WIB | 289 klik | Nasional
<p>BMKG, USGS, GFZ dan EMSC Catat Ada Ledakan Nuklir di Korea Utara<p>Lokasi aktivitas seismik tak wajar yang tercatat di BMKG Padangpanjang di Negara Korea Utara, Minggu (3/9/2017) pukul 10.30.04 WIB. (istimewa)

VALORAnews- Jejaring gempabumi BMKG mencatat aktivitas seismik yang tak lazim, Minggu (3/9/2017) pukul 10.30.04 WIB. Hal serupa juga dicatat sejumlah lembaga pemantau gempabumi dunia lainnya seperti Amerika Serikat (USGS), Jerman (GFZ) dan Eropa (EMSC).

"Akativitas seismik tak lazim itu dikenali 166 sensor seismik yang digunakan BMKG dalam menganalisis parameter kegempaan. Saat itu sebuah "pusat gempa" dengan kekuatan 6,2 SR terletak pada koordinat 41,29 LU dan 128,94 dengan kedalaman 1 km tepatnya di wilayah Negara Korea Utara," ungkap Kepala Pusat Gempabumi BMKG, Mochammad Riyadi dalam siaran pers yang diterima.

Dikatakan Riyadi, hasil perhitungan USGS menunjukkan kekuatan mencapai M=6,3 sementara GFZ M=6,0 dan EMSC M=5,9. Berdasarkan karakteristik rekaman seismogramnya, diketahui bahwa gelombang seismik yang terekam diperkirakan bersumber dari sebuah ledakan besar di kedalaman dangkal.


"Ini didasarkan pada kesamaan pola dari sebagian besar rekaman gelombang seismik yang menunjukkan gerakan awal berupa kompresi," terang Riyadi.

Data seismik yang terekam di BMKG, terangnya, menunjukkan adanya compressional source dengan amplitudo gelombang P relatif lebih besar dari gelombang S-nya. "Cukup beralasan, jika kita meyakini bahwa telah terjadi sebuah aktivitas ledakan besar bawah permukaan. Karena, zona ini secara tektonik bukan zona sumber gempa," tegasnya.

Dalam website resmi USGS menyebutkan, pusat ledakan terletak pada lokasi ujicoba ledakan nuklir masa lalu. Namun demikian, untuk memastikan jenis sumber ledakan yang sesungguhnya perlu kajian komprehensif lebih lanjut.

Peta shake map menunjukkan bahwa dampak ledakan ini menimbulkan guncangan cukup kuat hingga skala intensitas VI MMI di Kota Cho Dong, Soman dan Nampyo Dong, yang lokasinya paling dekat pusat ledakan.

"Guncangan ini diperkirakan dapat menimbulkan kerusakan ringan seperti retakan pada bangunan tembok sederhana," terang Riyadi. (kyo)

Berita Rantau lainnya
Berita Nasional lainnya