Gempabumi Tektonik 3,9 SR Menghoyak Segmen Sianok

AI Mangindo Kayo | Kamis, 21-09-2017 | 14:40 WIB | 2058 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Gempabumi Tektonik 3,9 SR Menghoyak Segmen Sianok<p>Peta goncangan gempa berkekuatan 3,9 SR di Segmen Sianok, Kamis (21/9/2017). (istimewa)

VALORAnews -- Segmen Sianok bergetar, Kamis (21/9/2017), pukul 09.03 WIB. Gempa bumi tektonik ini sempat mengejutkan warga Kota Solok, Padang dan Padangpanjang akibat hoyakan lindu berkekuatan 3,9 SR itu.

"Pusat gempabumi ini berada di darat pada koordinat 0.67 Lintang Selatan dan 100.63 Bujur Timur, sekitar 14 kilometer Utara Solok, dengan kedalaman hiposenter 10 kilometer," ungkap Kepala Stasiun Geofisika Kelas 1 Silaing Bawah, Padangpanjang, Rahmat Triyono dalam siaran pers yang diterima.

Berdasarkan laporan masyarakan, terang Rahmat, goncangan tersebut dirasakan di Solok, Padangpanjang dan Padang berkisar I Skala Intensitas Gempabumi BMKG (SIG-BMKG) atau antara II-III MMI.


"Jika kita memperhatikan posisi sumber gempabumi tersebut dengan kedalaman hiposenter yang dangkal ini, mencirikan sebagai aktifitas Sesar Sumatera pada Segmen Sianok. Segmen ini terbentang sepanjang sekira 90 Km dari Ngarai Sianok di Bukittinggi menerus sepanjang sisi Timur Danau Singkarak dan berakhir di ujung selatan danau tersebut," terang Rahmat.

"Segmen Sianok mempunyai kecepatan pergeseran 23 mm/tahun dengan tipe pergeseran strike-slip (mendatar). Hasil monitoring BMKG, hingga saat ini belum terjadi gempabumi susulan," tambahnya.

Kejadian gempabumi di sekitar Kota Solok ini, Rahmat mengimbau masyarakat khususnya di sekitar Kota Solok, tetap tenang dan selalu meningkatkan kewaspadaan, bahwa gempabumi setiap saat dapat terjadi.

Histori Segmen Sianok

Catatan sejarahnya, tercatat beberapa kali gempa signifikan yang mengakibatkan korban jiwa dan kerusakan ringan hingga berat, terjadi di Segmen Sianok ini. Di antaranya, gempabumi pada 28 Juni 1926 dengan M 6.7 yang mengakibatkan lebih dari 354 orang meninggal dan 2.383 rumah rusak sedang dan berat serta kerusakan di Danau Singkarak dan timbulnya rekahan tanah di Kubu Karambia dan Simabua.

Pada 16 Februari 2004, juga tercatat pernah terjadi gempabumi M 5.6 yang berpusat di Gunung Rajo, Tanahdatar yang mengakibatkan 6 orang korban jiwa, 10 orang luka-luka dan 70 rumah rusak. Gempa tersebut juga mengakibatkan timbulnya rekahan tanah antara Gunung Rajo menuju Padang.

Kemudian, pada 6 Maret 2007 juga pernah tercatat gempa bumi M 5.8 yang mengakibatkan sedikitnya 70 orang korban jiwa dan ratusan orang lainnya luka-luka serta menimbulkan kerusakan pada bangunan dan fasilitas umum lainnya di sepanjang Singkarak hingga ke Bukittinggi.

Gempabumi juga pernah tercatat di Segmen ini pada 11 September 2014 dengan M 5.0 yang mengakibatkan puluhan unit rumah rusak dan belasan fasilitas umum seperti sarana pendidikan dan rumah sakit yang mengalami kerusakan ringan akibat gempa tersebut. (kyo)

Berita Ranah lainnya
Berita Provinsi Sumatera Barat lainnya