Nasabah Keluhkan Kualitas Layanan Bank Nagari

AI Mangindo Kayo | Sabtu, 30-09-2017 | 10:40 WIB | 87 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Nasabah Keluhkan Kualitas Layanan Bank Nagari<p>Ilustrasi.

VALORAnews -- Wartawan senior Sumbar, Eko Yanche Edrie mengeluhkan layanan jasa perbankan yang tak kompetitif. Dia kemudian mengunggah kekesalannya itu dengan tagar #edisiperutmenggerumas di akun facebook miliknya, Kamis (28/9/2017).

"Bagaimana mau bersaing dengan bank lain. Ditransfer pukul 16.00 hari rabu kemarin, sampai kamis pukul 13.30 wib, belum juga masuk. Sementara bank lain meski pun bank tujuan beda, tak sampai 5 menit setelah transfer sudah masuk. Bertanya saya satu: ini bank yang acap dapat award dari sebuah majalah itu." Demikian Eko menumpahkan kekesalannya.

Unggahan yang diposting dari Jakarta itu, mendapat tanggapan beragam dari warganet. Walau tidak menyebutkan nama bank, namun para netizen langsung mengarahkan pada bank yang dimiliki pemerintah daerah baik provinsi bersama kabupaten/kota di Sumatera Barat ini.


Alhasil, berbagai pengalaman tentang potrem buram jasa pelayanan dari bank tersebut menguar ke ruang publik.

"Kalau mambuek buku tabungan nan alah abih, harus lo pai ka tampek awak mambuka tabungan nan partamo, awak tingga di Pakanbaru, buku tabungan pertamo dibuek di Ujuang gadiang nyo suruah lo awak pai ka ujuang gadiang, hehehe... ba ka basaiang jo bank nan lain," balas Armansyah Jambak di kolom komentar status Eko.

"Samantaro di bank lain, ambo bukak rekening di Cabang Lubuaksikapiang. Katiko buku panuah di unit desa di kawasan Depok, Jabar, malah patugehnyo manyarankan diganti bukunyo. Nak matilah bank nan banyak ulah ko, kalera mah. Kasihan Pemprov Sumbar, yang selalu menyuntikkan dana," tulisnya.

"Ambo juo pernah mengalaminyo, buku tabungan panuah dan lah kabua, di buek di Cabang Utama Padang. Katiko nak manuka buku di Bukittinggi, di suruah ka Padang baliak," tulis yang lain.

Pengalaman buruk terhadap pelayanan Bank Nagari, juga dialami Saribulih, pemimpin redaksi Tabloid The Publik. Mulai dari persoalan penggantian buku tabungan yang tidak bisa dilakukan di Cabang Utama, lantaran rekening dibuat di Painan, Kabupaten Pesisir Selatan serta penggantian kartu debit yang harus menunggu sampai satu pekan, lantaran rekening dibuat bukan di Cabang Utama.

Yang lebih membuat Saribulih taburansang, dikenakannya biaya administrasi pencairan cek, lantaran rekening giro itu tidak dibuatn di Bank Nagari Cabang Pembantu Tarusan. "Ini terasa aneh. Sebagai pembawa cek, sudah pasti tidak akan tahu asal rekening cek tersebut," terangnya. "Padahal, cek yang saya bawa tersebut milik Bank Nagari juga," tambahnya.

Dikonfirmasi terpisah, Jumat (29/9/2017), Kabag Humas Bank Nagari, Afnizon mengatakan, berbagai persoalan yang dialami nasabah itu merupakan hal lumrah semata. Katanya, aturan yang diterapkan Bank Nagari itu sudah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).

"Seperti membuat buku baru yang harus ke tempat pembuatan rekening awal. Kita tidak bisa meniru tanda tangan pejabat bank tersebut, jadi harus dibuat di Bank Nagari tempat pembuatan rekening awal," kata dia menjelaskan melalui sambungan telepon, seperti dikutip dari spiritsumbar.com.

Ketika ditanya tentang bank lain yang bisa membuat buku baru di seluruh cabang dan cabang pembantunya, Afrizon berkilah, setiap bank memiliki kebijakan berbeda. Dia malah membangun alibi baru, terkait biaya administrasi yang menurutnya di Bank Nagari lebih kecil dibandingkan bank lain.

Saat ditegaskan, rugi waktu dan kesempatan yang dirasakan nasabah akibat prosedur yang berbelit ini, Afrizon kembali mengungkap dalil, hal tersebut sudah jadi SOP Bank Nagari.

Terkait biaya administrasi terhadap pencairan cek, Afrizon justru menyalahkan Consumer Service (CS). Menurutnya, saat pembukaan rekening giro, petugas CS harus menjelaskan ke nasabah dengan konsekwensi dari biaya yang akan ditimbulkan tersebut.

"Saya tidak tahu pasti dengan hal tersebut, namun kalau sudah antar cabang merupakan hal lumrah (biaya administrasi pencairan cek-red). Itu merupakan biaya administrasi," ujarnya. (kyo)

Berita Bisnis lainnya
Berita Provinsi Sumatera Barat lainnya