Alumni SBM Batch V Padang Dikenalkan Teknik Mengenali Masalah Usaha

AI Mangindo Kayo | Minggu, 01-10-2017 | 14:46 WIB | 172 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Alumni SBM Batch V Padang Dikenalkan Teknik Mengenali Masalah Usaha<p>Ketua Tim Kerja OIM ProIndonesia Sumbar, Dedi Vitra Johor memimpin diskusi pada coaching clinic bagi alumnus SBM Batch V Padang, Sabtu (30/9/2017) di salah satu restoran di Padang. (mangindo kayo/valoranews)

VALORAnews - Ketua Tim Kerja OIM ProIndonesia Sumbar, Dedi Vitra Johor menawarkan konsep 'I Win, You Win' pada alumni workshop Smart Business Map (SBM) batch V yang digelar pada 16-17 September 2017, di Gedung Telkom Kandatel Sumbar lt 2, Padang. Konsep saling berbagi keuntungan ini, agar terjadi percepatan naik kelas pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

"Konsep I Win, You Win ini telah teruji pada pengusaha Bika Ambon Zulaikha di Medan. Hal serupa juga efektif diterapkan sejumlah pengusaha UMKM lainnya, yang menginginkan skala usahanya jadi naik kelas," ungkap Dedi pada coaching clinic bagi alumni SBM batch V Padang, Sabtu (30/9/2017) di salah satu restoran di Padang.

Naik kelas di sini dimaknai pada kenaikan skala usaha pelaku UMKM. Pada dasarnya, UMKM ini dibagi pada skala mikro, kecil, menengah dan menengah plus. Naik kelas itu maksudnya adalah tiap-tiap kategori UMKM itu, mengalami kenaikan kelas usaha dari mikro ke kecil lalu ke menengah dan ke menengah plus.


Ditegaskan Dedi, One In Movement (OIM) Proindonesia, menawarkan gagasan untuk saling besar membesarkan di kalangan pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia. Dengan konsep ini, OIM menargetkan di 2020 nanti, akan melahirkan 1 juta UMKM yang bisa naik kelas.

"Melalui coaching clinic yang akan digelar sebanyak 8 kali ini, kita akan saling berbagi ilmu dalam membesarkan usaha. Karena, salah satu penghambat laju pertumbuhan usaha adalah kurangnya ilmu," terang Dedi.

Tak terasa, tiga jam waktu berlalu cepat. Masing-masing pelaku usaha yang datang menghadiri coaching clinic yang dimulai pukul 14.30 WIB ini, dieksploitasi masalah yang dihadapinya dalam berusaha. Kemudian, masalah yang teridentifikasi itu dikelompokan kadarnya. Lalu, secara bersama pula digali respon konsumen terhadap masalah usaha yang telah dikemukakan.

"Tahap I ini, kita baru mengupas tiga persoalan itu. Tujuan akhir dari coaching clinic ini adalah, setiap pelaku usaha bisa merancang business plan usaha yang digeluti. Sehingga, nantinya bisa menarik calon investor untuk ikut tumbuh kembang bersama," terang Dedi.

Pelaku usaha yang hadir di antaranya, pengusaha Rendang Lokana, produsen pakan ternak ruminansia Saka Blok GPS, pengusaha jasa service alat kesehatan, produsen opak ubi merek 'Rima,' akademisi Politani Unand dan lainnya. (kyo)

Berita Bisnis lainnya
Berita Provinsi Sumatera Barat lainnya