Lingkungan SMPN 5 Pangkalan Kotor dan Bau Pesing

AI Mangindo Kayo | Jumat, 06-10-2017 | 15:32 WIB | 220 klik | Kab. Lima Puluh Kota
<p>Lingkungan SMPN 5 Pangkalan Kotor dan Bau Pesing<p>Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Diksar) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Limapuluh Kota Alfisal, serta Kabag Humas dan Pemberitaan H Joni Amir, berbincang dengan siswa dan guru honorer SMPN 5 Kecamatan Pangkalan, Kamis (5/10/2017). (humas)

VALORAnews - Kebersihan merupakan sesuatu yang sangat penting bagi sebuah sekolah. Dengan lingkungan sekolah yang bersih, bisa dipastikan siswa akan merasa lebih nyaman belajar dan terhindar dari berbagai penyakit.

Tidak begitu yang terjadi di SMPN 5 Kecamatan Pangkalan. Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Diksar) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Limapuluh Kota, Alfisal beserta Kabag Humas dan Pemberitaan H Joni Amir, saat mengunjungi sekolah yang berlokasi di Nagari Koto Alam itu, mendapati kondisi lingkungan sekolah yang kotor dan bau pesing.

"Saya melihat K3 sekolah ini kurang baik. Harus disadari, sanitasi yang buruk ini bisa menyebabkan masalah serius bagi anak, karena anak tidak nyaman belajar," ujar Alfisal.


Dikatakan, kelas yang bersih akan membuat siswa merasa nyaman di dalam kelas. Jika di lingkungan sekolahnya terdapat sampah yang berserakan, lantai kelas yang berlumpur serta pintu kelas yang di biarkan lepas begitu saja, dikhawatirkan akan membuat siswa tidak merasa tenang dan konsentrasi untuk belajar.

"Ke depan, kita tidak mau lagi melihat sekolah yang berselemak peak. Kita meminta pihak sekolah bisa menciptakan hidup sehat di lingkungan sekolahnya," ujar Alfizal yang akrab disapa Ujang.

Pada inspeksi mendadak (Sidak) itu, tim juga tidak mendapati kepala sekolah serta sejumlah guru PNS di tempat. Padahal, saat itu jarum jam baru menunjukan angka 11.30 WIB. Namun begitu, ia juga mengapresiasi para guru honorer yang tetap hadir dan mengabdi dengan imbalan honor yang minim.

"Kita akan terus melakukan sidak ke sekolah-sekolah. Kita tidak mau lagi ada sekolah yang tidak menjaga K3-nya dengan baik. Selain itu, kita juga tidak akan mentolerir kepala sekolah dan guru PN yang membolos," ujar Ujang sembari menyebut mengapresiasi guru honor SMPN 5 Kecamatan Pangkalan yang tetap antusias mengabdi sekalipun hanya mendapatkan imbalan yang kecil.

Terpisah, Bupati Limapuluh Kota, Irfendi Arbi menyebut, kebersihan itu merupakan sebagian dari iman. Karenanya, semua lingkungan termasuk sekolah, perkantoran dan lainnya harus menjaga K3-nya. Selain itu ia juga mengingatkan disiplin para guru dan siswa, karena disiplin merupakan kunci kesuksesan.

"Ingat, kebersihan lingkungan sekolah ikut mendukung prestasi warga sekolah. Kondisi tempat belajar yang bersih dan nyaman akan memudahkan siswa menangkap pelajaran," ungkap Irfendi sembari meminta semua pihak peduli dengan kondisi sekolah.

Begitu juga dengan persoalan disiplin, Irfendi meminta semua Aparatur Sipil Negara (ASN) di daerah ini dari hari ke hari terus membenahi disiplin kerja dan mengoptimalkan pelayanan terhadap masyarakat serta menunjukan loyalitas.

"Dengan disiplin, kita optimistis berbagai kendala yang akan penghambat pelaksanaan tugas ASN termasuk guru bakal teratasi dengan baik," ujar Irfendi. (rls/kyo)

emzalmi-desri
Berita Pendidikan lainnya
Berita Kab. Lima Puluh Kota lainnya