APBD Sumbar Terbebani Belanja Pegawai, Wagub: Peran Alumni Dibutuhkan Tingkatkan Mutu Sekolah

AI Mangindo Kayo | Minggu, 24-12-2017 | 19:51 WIB | 176 klik | Kota Padang
<p>APBD Sumbar Terbebani Belanja Pegawai, Wagub: Peran Alumni Dibutuhkan Tingkatkan Mutu Sekolah<p>Wagub Sumbar, Nasrul Abit foto bersama dengan para alumni SMAN 6 Padang, usai membuka Mubes III, Ahad (24/12/2017). (humas)

VALORAnews - APBD Sumbar 2018 terbebani dengan belanja pegawai yang jumlahnya mencapai 30 ribu orang. Besarnya jumlah pegawai ini, mengakibatkan hanya tinggal 35 persen dari total APBD Sumbar 2018 sebesar Rp6,2 triliun, yang dapat dimanfaatkan untuk pembangunan daerah.

Demikian dikatakan Wagub Sumbar, Nasrul Abit saat memberikan arahan di Musyawarah Besar (Mubes) III Ikatan Keluarga Alumni (IKA) SMA 6 Padang, Ahad (24/12/2017). Hadir dikesempatan itu, Wakil Walikota Padang, H Emzalmi, Ketua Komisi V DPRD Sumbar, H Hidayat, Anggota DPRD Padang, H Amril Amir, Kepala SMAN 6, Hj Risdawati serta guru-guru dan alumni SMA 6 Padang baik yang dari dalam mupuan dari luar provinsi Sumbar.

"Saat ini, begitu banyak yang terjadi perkembangan di dunia pendidikan, baik nasional maupun internasional. Jika Sumbar tidak ingin ketinggalan, maka semua sarana prasana sekolah mesti ditingkatkan, terutama pada fasilitasi teknologi informasi," ungkap Nasrul Abit.


Menjawab tantangan itu, menurut Nasrul Abit, dibutuhkan perhatian berbagai pihak dalam memajukan sektor pendidikan terutama tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang kini jadi beban Pemprov Sumatera Barat.

"Kita berharap, dukungan alumni, pihak-pihak lain yang tidak mengikat, orang tua bersama Komite Sekolah mampu bekerjasama membantu sekolah memajukan fasilitas kemajuan dunia pendidikan itu," terangnya.

"Apa yang dilakukan alumni dan para pengajar sekolah hari ini sangat baik selain mempererat hubungan silaturrahmi, juga dapat sebagai wadah kebersamaan memajukan pendidikan sekolah ini, menatap esok yang lebih baik," tambah Nasrul Abit.

Menurut Nasrul Abit, pendidikan njadi sorotan penting pada saat kita menciptakan karakter generasi emas yang tangguh, kuat dan memilik daya saing.

"Karena itu, perilaku LGBT harus musnah di Sumatera Barat. Kita ingin generasi yang berkarakter, berkepribadian sehat, cerdas, berbudaya dan memiliki keimanan yang kokoh sesuai dengan agamanya masing-masing," terangnya.

Menurut sebuah penelitian, ungkapnya, indeks demokrasi Sumbar turun karena Wagub melarang perilaku LGBT di Sumbar. "Semangat demokrasi kita tidak pernah pudar, soal pilkada dan lain-lain. Sampaikan kapan pun, LGBT tidak boleh ada di bumi ranah minang ini," tegas Nasrul Abit.

Dia juga mengimbau, agar mubes ini dapat berjalan dengan tertib dan baik. "Pilihlah ketua yang mampu mengayomi dan memfasilitasi pembanginan sekolah," saran dia.

"Jangan sampai ada mubes tandingan yang dapat membuat wacana keributan yang tidak perlu dan itu tentunya akan menghabiskan waktu sia-sia. Sebaiknya, kita saling mendukung satu sama lain untuk kemajuan dan kebanggaan bersama. Jauhkan rasa permusuhan, bangun rasa persaudaraan yang akan membuat kita dapat mencapai apa-apa yang kita harapkan," jelasnya.

Ketua Panitia Mubes III, Hidayat menyampaikan rasa senang dan bangganya, akan kerjasama untuk menyelenggarakan Mubes IKA SMA 6 Padang. Dia melihat, para alumni saling memberi perhatian. "SMA 6 Padang, saat ini telah memiliki alumni 29 angkatan sejak 1986," ungkapnya.

"Untuk acara Mubes III ini, panitia mengundang semua angkatan alumni yang dapat mewakilikan yang masing-masing lima orang dan perkiraan yang hadir 110 orang," tambahnya. (rls/kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Pendidikan lainnya
Berita Kota Padang lainnya