47 ASN Solsel Bakal Disanksi Indisipliner

AI Mangindo Kayo | Rabu, 10-01-2018 | 18:00 WIB | 968 klik | Kab. Solok Selatan
<p>47 ASN Solsel Bakal Disanksi Indisipliner<p>Sekdakab Solok Selatan, Yulian Efi. (humas)

VALORAnews -- Sedikitnya, 47 Aparatur Sipil Negara (ASN) di ruang lingkup Kabupaten Solok Selatan, mendapatkan sanksi indisipliner sesuai ketentuan yang termaktup dalam PP No 53 Tahun 2010 dan UU No 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN). Tiga orang di antaranya bakal dikenai sanksi berat.

Kepala BKPSDM, Erwin Ali didampingi Kabid Pengembangan dan Perencanaan Aparatur (PPA) BKPSDM Solsel, Admi Zulkhairi, membenarkan bahwa saat ini tengah dilakukan pemeriksaan 47 orang ASN dilingkungan Pemkab. Solsel yang melanggar disiplin kerja.

Secara rinci tercatat, 15 orang terindikasi pelanggaran disiplin berat karena melanggar ketentuan jam kerja. Mereka sedang diproses tim pemeriksa disiplin yang diketuai Sekdakab Solok Selatan. Sedangkan 26 orang terkena disiplin sedang. Selain itu, ada pula tiga orang lagi yang tengah diperiksa Inspektrorat dan tiga (3) orang sedang terkena sanksi pidana.


"ASN yang melanggar disiplin kerja pada 2017 lalu, tercatat sebanyak 47 orang. Semuanya tengah di proses oleh Tim dan Inspektorat. Bahkan jika kasusnya dinilai cukup berat, sesuai aturan PP 53/2010 dan UU 5/2014, bisa saja tiga orang yang tekena sanksi berat dijatuhi hukuman pemecatan sebagai ASN. Meski demikian semua hasilnya diserahkan sepenuhnya pada tim," kata Erwin Ali.

Terpisah, Inspektur Inspektorat, Amdani membenar, bahwa saat ini tengah pemeriksaan disiplin ASN. Tapi belum ada keputusan hingga saat ini, apalagi keputusan untuk dipecatnya ASN itu.

"Kami hanya anggota tim pemeriksa, yang diketuai langsung oleh Sekdakab Solok Selatan, Yulian Efi," katanya.

Sementara itu, Yulian Efi menambahkan, bahwa penerapan sanksi disiplin ASN ini sudah lama kita terapkan. Hal ini sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku.

"Kita mendorong tim pemeriksa untuk menerapkan sanksi disiplin ini sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku terkait disiplin ASN," ujarnya.

Yulian Efi menjelaskan, setelah seluruh ASN yang bermasalah di klarifikasi, pihaknya akan di rekomendasikan kepada bupati dan ditindaklanjuti dengan penjatuhan hukuman.

"Berdasarkan Pasal 87 Ayat 3 UU ASN, jika seorang ASN mangkir kerja selama 46 hari baik berturut-turut atau pun tidak selama satu tahun maka akan diberhentikan secara hormat," jelasnya.

Penjatuhan hukuman berdasarkan Pasal 10 Angka 9 hurup d PP 53/2010, untuk sanksi yang diberlakukan diberhentikan secara tidak hormat.

"Maka dari itu, kita imbau ASN untuk membaca aturan disiplin yang sudah diterbitkan, baik oleh Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah. Apalagi saat ini Pemkab Solsel, tengah menerapkan Peraturan Bupati No 41 Tahun 2017 tentang Pemberian Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP)," katanya.

Artinya, ASN sudah bisa lagi bekerja sekehendak hatinya. Saat ini, ASN diarahkan untuk bekerja sesuai aturan dan melaporkan hasil kerjanya satu hari secara berkala pada pimpinan unit kerja.

Diberlakukannya Perbup 41 ini, mendorong ASN untuk lebih baik dan berdayaguna untuk penerapan pelayanan pada masyarakat Solok Selatan yang tahun ini berusia 14 Tahun, pada 7 Januarai 2018 lalu. (rls)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Ranah lainnya
Berita Kab. Solok Selatan lainnya