30 Orang Meninggal Karena Narkoba Tiap Hari

AI Mangindo Kayo | Sabtu, 10-03-2018 | 19:17 WIB | 192 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>30 Orang Meninggal Karena Narkoba Tiap Hari<p>Komandan Kodim 0312/Padang, Letkol (Kav) Eryzal Satria memberikan arahan pada P4GN, dalam rangka upaya pencegahan penyalahgunaan Norkoba di lingkungan Kodim 0312/Padang, Jumat (9/3/2018). (penrem wbr)

VALORAnews - Narkoba adalah bagian dari setting strategis skenario proxy war yang dengan sengaja merusak generasi muda Bangsa Indonesia. Karena, para pemasok narkoba bukan semata-mata untuk cari uang. Tidak usah diserang dengan senjata, cukup dengan narkoba maka sebuah negara akan hancur.

Hal itu disampaikan Komandan Kodim 0312/Padang, Letkol (Kav) Eryzal Satria pada Sosialisasi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) dan pengecekan Urine terhadap Personel Kodim 0312/Padang dalam rangka upaya pencegahan penyalahgunaan Norkoba di lingkungan Kodim 0312/Padang, di aula Kodim 0312/Padang, Jumat (9/3/2018).

Narkoba jadi ancaman serius bangsa, ancaman nyata bagi generasi muda yang bisa merusak mental dan phisikologis sekaligus membuat generasi muda tanpa masa depan.


"Kita harus memiliki pandangan yang luas, mempunyai wawasan kedepan serta mampu memikirkan dampak positif maupun negatif dari narkoba. Dampak negatifnya sangat banyak, karena itu tidak ada pilihan lain kecuali menjauhinya," tegas Letkol Eryzal Satria.

Kegiatan ini juga diikuti Ketua Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Cabang LXVI Dim 0312 Koorcab Rem 032 PD I Bukit Barisan, Ny Eryzal Satria beserta pengurus dan anggota persit, Raymond (BNNP Sumbar) sebagai narasumber, Kasdim, Danramil, Perwira Seksi, prajurit dan ASN Kodim 0312/Padang serta Siswa SD Kartika1-10, Siswa SD Kartika 1-11, Siswa SD Kartika 1-12 dan SMP Kartika 1-6 Padang.

Menurut Letkol Eryzal Satria, Indonesia saat ini dalam kondisi darurat narkoba. Sumatera Barat termasuk zona kuning dan sebentar lagi akan memasuki zona merah. "Narkoba ini sangat mengganggu jalannya kehidupan bangsa dan bernegara. Untuk itu, kita harus menjaga diri kita dari bahaya narkoba. Ini perlu kita waspadai semua terutama terhadap anak-anak kita," terang dia.

"Narkoba merupakan acaman terhadap pemerintah. Kita semua harus peduli, karena persoalan ini tidak hanya pemerintah dan BNN saja yang bertanggung jawab untuk mengatasinya," tamba Letkol Eryzal.

Sementara, Raymon mengungkapkan, bahaya yang ditimbulkan dari narkoba, lebih serius dari korupsi. Saat ini, ungkap dia, tiap harinya sebanyak 30 orang meninggal dunia akibat narkoba. "Saat ini sudah Rp84,7 trilun dana negara untuk mengatasi narkoba ini," ungkap Raymon.

Dikatakan Raymon, ada empat pilar lembaga negara yang mengatasi bahaya narkoba ini. Salah satunya, Badan Narkotika Nasional (BNN) yang bertugas untuk pencegahan, pemberantasan, rehabilitasi dan pemberdayaan masyarakat. (rls/vry)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Ranah lainnya
Berita Provinsi Sumatera Barat lainnya