BNN Pasaman Barat Dikukuhkan

Ada 71 Jenis Narkoba Baru Beredar di Indonesia

AI Mangindo Kayo | Selasa, 13-03-2018 | 17:44 WIB | 183 klik | Kab. Pasaman Barat
<p>Ada 71 Jenis Narkoba Baru Beredar di Indonesia<p>Kepala Biro Kepegawaian dan Organisasi Sestama Badan Narkotika Nasional (BNN), Brigjen Bambang Hastobroto Sudarmono, mengambil sumpah jabatan pejabat struktural BNN Pasaman Barat, Senin (12/3/2018), di aula pertemuan kantor bupati Pasaman Barat. (humas)

VALORAnews - Kepala Biro Kepegawaian dan Organisasi Sestama Badan Narkotika Nasional (BNN), Brigjen Bambang Hastobroto Sudarmono, melantik pejabat struktural di Lingkungan BNN Pasaman Barat, Senin (12/3/2018), di aula pertemuan kantor bupati Pasaman Barat.

"Sudah terbentuk 34 BNN provinsi dan 173 BNN kabupaten/kota di Indonesia. Momen ini, juga dilantik serentak di 21 BNN tingkat kabupaten/kota yang baru termasuk di Pasaman Barat yang telah disetujui pembentukannya oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, 2017 lalu," ungkap Brigjen Bambang disela-sela pelantikan.

Hadir di pelantikan itu, Bupati Pasaman, Kepala BNN Sumatera Barat, Dandim, Kapolres, Ketua Pengadilan Negeri, Sekda, Kepala Kejaksaan Negeri, Wakil Bupati Pasaman Barat, Ketua Pengadilan Agama, Kepala BNNK Payakumbuh, Kepala BNNK Sawahlunto dan Kepala BNNK Solok serta OPD lainnya di lingkungan Setdakab Pasaman Barat.


Pada pelantikan itu, Brigjen Bambang juga melantik tiga orang PNS Pemkab Pasaman Barat jadi pejabat struktural BNNK Pasaman Barat. Yaitu: Irwan Effenry AM sebagai Kepala BNN Pasaman Barat, Gidion Gerhard Silitonga (Kassubbag Umum BNN Pasaman Barat) dan Dewi Rosa Rianti (Kepala Seksi Rehabilitasi BNN Pasaman Barat).

Brigjen Bambang berpesan, pejabat dilingkungan BNN Pasaman Barat, selalu menjaga komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah daerah untuk dapat melaksanakan program Pencegahan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba.

"Peredaran Narkoba sudah sanggat memprihatinkan. Hal in disebabkan faktor geografis Indonesia yang terbuka serta demografis, sehingga menjadikan Indonesia sebagai target pasar Narkoba yang sangat potensial, termasuk wilayah Sumatera Barat," terangnya.

Hasil penelitian BNN, peredaran gelap narkoba bukan hanya menyasar orang dewasa dan remaja, namun sudah mulai mewabah pada kalangan anak-anak. Tujuannya, para bandar melakukan regenerasi konsumen. Hal ini juga dibuktikan dengan jumlah prevalensi penyalahguna narkoba saat ini mencapai angka 5 juta orang.

"Data ini menunjukan, pada setiap harinya rata-rata 33 orang meninggal dunia karena narkoba. Hal ini tidak luput dari upaya bandar narkoba yang selalu manganti modus operandi dan mengembangkan variasi jenis narkoba," terangnya.

"Sampai saat ini, terdapat 71 jenis narkoba baru di Indonesia. Kerugian yang sudah ditimbulkan akibat penyalahgunaan narkoba sampai saat ini mencapai Rp63,1 triliun," tambahnya sembari berpesan, persoalan itu harus bisa segera diatasi bersama seluruh stakhe holder. (rls/vry)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Ranah lainnya
Berita Kab. Pasaman Barat lainnya