Muzni Zakaria Puji Iven Police and Heritage Fest

AI Mangindo Kayo | Selasa, 13-03-2018 | 18:53 WIB | 258 klik | Kab. Pesisir Selatan
<p>Muzni Zakaria Puji Iven Police and Heritage Fest<p>Salah satu pertunjukan randai yang dibawakan salah satu peserta pada pembukaan Police and Haritage di halaman Mapolres Solsel, Selasa (13/3/2018). (humas)

VALORAnews - Pemerintah Kabupaten Solok Selatan (Solsel) mengapresiasi pergelaran police and heritage fest oleh Kepolisian Resort (Polres) Solsel, Selasa (13/3/2018). Bahkan, Pemkab sendiri bakal menjadikan iven tersebut sebagai agenda tahunan, sebagaimana yang diharapkan Polres Solsel.

Bupati Solsel, H Muzni Zakaria mengaku, kiprah pihak kepolisian Solsel yang turut membantu pemerintah melestarikan budaya dan promosi pariwisata, patut diapresiasi. Terlebih lagi, pariwisata dan budaya Solsel tengah jadi buah bibir masyarakat luar, termasuk pemerintah pusat saat ini.

"Pariwisata dan budaya kita lagi hangat-hangatnya diperbincangkan publik saat ini. Maka upaya promosi tentunya tidak boleh padam. Kita bersyukur, Kapolres beserta jajarannya turut serta berpromosi dengan pergelaran Police and Heritage Fest ini," kata Muzni saat membuka kegiatan festival.


Apalagi, lanjut Muzni, festival budaya yang digelar itu mengusung tema "Gambaran Maso Silam" dengan tujuan mulia agar keaslian budaya Minangkabau di Sumatera Barat atau Solsel khususnya tetap asri. Artinya, tidak pernah hilang seiring berjalannya waktu.

"Jarang ada orang lain yang akan menjaga budaya dan mengangkat nama daerah kecuali dirinya sendiri. Berpijak dengan prinsip itulah, saya mengajak semua pihak agar turut memikirkan bagaimana nama kabupaten Solsel ini dengan artian positif, tetap terngiang di telinga semua orang," ujarnya.

Secara pribadi, Syahiran juga memuji peran Kapolres Solsel, AKBP Mochamad Nurdin, yang menggagas pengadaan pelaksanaan festival budaya itu. Di sela tugas yang berat, katanya, Kapolres dan jajarannya masih sempat ikut serta mempromosikan budaya dan pariwisata daerah.

"Sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan festival budaya ini, kedepan, Pemkab Solsel akan menjadikan ini sebagai agenda tahunan. Kami siap membantu agar ini anggarkan di APBD," ujarnya.

Di sisi lain, tambah Muzni, pihaknya juga tengah gencar mempromosikan wisata dan budaya Solsel. Saat ini sebutnya nama Kabupaten Solsel sudah menggema di kalangan masyarakat luas yang mana dalam rentang waktu tiga atau empat tahun yang lalu tak begitu dikenal orang.

"Dulu, banyak orang tak kenal daerah Solsel, melalui promosi kekayaan alam dan budaya daerah, saat ini telah banyak orang yang kenal dengan Solsel. Ditambah lagi dengan keberadaan kawasan Seribu Rumah Gadang (SRG) yang berhasil menjadi perkampungan adat terpopuler, sehingga membuat Solsel semakin populer di tengah publik," ujarnya didampingi Wabup Solsel, H Abdul Rahman.

Sementara itu, AKBP M Nurdin menyebutkan, Police and Heritage Fest itu merupakan kegiatan pertama kalinya digelar. Kegiatan yang katanya selaras dengan cita-cita Pemkab Solsel, yang tengah berupaya selalu menghidupkan budaya Solsel yang bernuansa seperti dulu kala.

Festival sendiri, sebut AKBP M Nurdin, turut melibatkan anak-anak muda Solsel yang kreatif dan cinta budaya. Sebagaimana harapannya yang telah didukung oleh bupati dan Wabup Solsel, bahwa kegiatan itu bisa dijadikan agenda tahunan di dinas terkait. Semuanya demi tetap terpeliharanya budaya Minangkabau khususnya di Solsel.

"Jika benar-benar terealisasi demikian, maka suatu ketika, saat saya tak berada atau tak menjabat Kapolres di sini lagi, dengan bangga saya mengakui bahwa saya pernah menjadi Kapolres di Solsel, di negeri Seribu Rumah Gadang ini," katanya.

Dijelaskan, ada serangkaian iven yang bakal diadakan demi mengingatkan kembali masyarakat bagaimana gambaran masa silam kebudayaan yang dimiliki, sesuai tema yang diusung. Mulai dari festival randai, menyanyi, lomba karya tulis dan lainnya.

"Harapan kami, dengan Police and Heritage Fest ini, mampu menyuguhkan kembali bagaimana kebudayaan Minangkabau masa lalu kepada masyarakat sekarang ini, terutama generasi millenial yang rata-rata diisi anak muda. Tentu sebagai generasi millenial tidak hanya melek akan teknologi, tapi juga paham akan sejarah dan kebudayaan daerahnya," harap AKBP M Nurdin.

Ditambahkan, pihaknya sedari awal hanya merencanakan kompetisi randai saja, tetapi diperjalanan berkembang lagi dengan adanya kegiatan lain yaitu lomba lagu minang dan edukasi oleh pelajar. Sejauh ini, belum semua nagari yang mengirimkan perwakilannya untuk mengikuti kompetisi randai.

Dia berharap, semua nagari bisa mengirimkan tim randainya untuk mengikuti festival budaya ini karena merupakan kesenian tradisional asli Minangkabau.

"Kami berharap tim randai ini, ada di setiap jorong tetapi untuk tahun depan minimal semua Nagari mengirimkan wakilnya. Sejauh ini, baru 23 tim randai yang ikut berpartisipasi dari 39 nagari yang ada di Solsel," ujarnya didampingi Kasat Binmas Polres Solsel, Iptu Afrizal selaku panitia penyelenggara. (rls)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Ranah lainnya
Berita Kab. Pesisir Selatan lainnya