UNBK di Solsel, Adriono: 8 Sekolah Siap, Tiga Diantaranya Menumpang

AI Mangindo Kayo | Rabu, 14-03-2018 | 19:46 WIB | 267 klik | Kab. Solok Selatan
<p>UNBK di Solsel, Adriono: 8 Sekolah Siap, Tiga Diantaranya Menumpang<p>Kepala SMPN 4 Solsel, Yuges Oktris, saat menunjukkan labor komputer atau ruang yang akan dipakai pada pelaksanaan UNBK di tahun pelajaran 2017/2018 ini. (humas)

VALORAnews - Baru sekitar 21 persen Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Solok Selatan (Solsel), yang menyatakan siap melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2018. Dari total 38 SMP yang ada, rinciannya baru 8 delapan SMP Negeri yang akan melaksanakan UNBK pada April mendatang.

"Total baru ada delapan SMP yang siap melaksanakan UNBK tahun ini di Solsel. Dari delapan sekolah ini, tercatat pula tiga sekolah yang melaksanakan UNBK dengan menumpang pada sekolah lain," kata Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Solsel, Adriono.

Tiga sekolah yang memakai fasilitas sekolah lain tersebut, lanjut Adriono, adalah SMPN 1 Solsel di nagari Pasar Muaralabuh, SMPN 2 Solsel di Kampung Terandam dan SMPN 33 yang ada di Bangko Bomas. Sekolah ini katanya masih menumpang pelaksanaan UNBK di SMKN 1 Solsel.


"Kita berharap, sekolah tersebut merampungkan dan mematangkan persiapannya. Sistem ujian berbasis komputer pada dasarnya sangat diperlukan, karena mampu meminimalkan kecurangan siswa. Hal itu diperlukan dunia pendidikan saat ini," katanya.

Menurutnya, keterbatasan sarana dan prasarana pendukung pelaksanaan UNBK menjadi alasan utama bagi sekolah-sekolah yang belum mampu melaksanakan UNBK di Solsel ini.

Kendati pihaknya sudah berupaya mengusulkan pengadaan perangkat, baik lewat APBD Kabupaten ataupun Provinsi, namun belum berhasil. Akan tetapi, katanya, pihaknya pada tahun ini, mendapat Dana Alokasi Khusus (DAK) pengadaan perangkat pelaksanaan UNBK sebanyak tiga paket.

"Tiga paket pengadaan tersebut diperuntukan untuk SMPN 10 Solsel di Sungai Kalu, SMPN 3 Solsel di Padang Aro dan SMPN 2 Solsel di Kampung Terandam. Kita sudah usulkan pengadaan perangkat untuk UNBK ini lewat APBD Solsel, namun belum berhasil," ujarnya.

Dijelaskan, besaran dana DAK itu untuk satu paket pengadaan perangkat UNBK tahun ini sebesar Rp270 juta. Per paket sendiri standarnya untuk pengadaan dua unit server dan 22 laptop. Besaran pagu dana tersebut, lanjutnya, lebih kecil dari tahun sebelumnya yakni perpaket sebesar Rp380 juta.

"Artinya, pada tahun ini, sesuai pagu dana yang ada mungkin hanya dapat 1 server dan 22 laptop," katanya didampingi Kasi Kurikulum, Rafendi Yuzuar dan Kasi Sarana dan Prasarana (Sapras) Disdikpora Solsel, Trina Rasiti.

Ditambahkan, Rafendi Yuzuar, total siswa kelas IX dari 38 SMP di Solsel yang akan melaksanakan Ujian Akhir Sekolah adalah 1.863 orang siswa. Sementara yang baru melaksanakan UNBK tercatat sebanyak 797 siswa SMP.

"Sedangkan sisanya atau 1.065 siswa lainnya baru melaksanakan Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP) tahun ini. Semoga berjalan lancar dan sukses tanpa kendala," katanya.

Menurutnya, UNBK untuk SMP di Solsel merupakan yang pertama kalinya pada tahun ini. Dengan demikian, pihaknya berharap persiapan yang matang dari sekolah, serta menyiasati kekurangan fasilitas dalam pelaksanaannya, seperti komputer dan server.

"Dengan segala keterbatasan, sejumlah sekolah di Solsel setidaknya menyambut baik program UNBK oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Meskipun sebagian sekolah masih ada yang meminjam perangkat komputer pada sekolah yang belum melaksanakan," kata Rafendi Yuzuar.

Terpisah, Kepala Sekolah SMPN 1 Solsel, Yuges Oktris mengatakan, sekolahnya pada tahun ini melaksanakan UNBK dengan menumpang di SMKN 1 Solsel. Hal ini disebabkan, sekolah hanya memiliki 14 unit laptop, sedangkan server untuk perangkat utama pelaksanaan UNBK tidak dimiliki sekolahnya.

Diakuinya, persoalan kekurangan fasilitas penunjang UNBK tersebut sudah sering usulkan ke Dinas terkait. Namun katanya, proposal pengajuan bantuan fasilitas itu sering hilang atau tidak ditemukan sebagaimana alasan dari Disdikpora Solsel.

"Sebagai sekolah yang telah terakreditasi A, bahkan sekolah tertua di kabupaten ini, ternyata tidak menjamin adanya perhatian dari pemerintah untuk berbagai kelengkapan peserta anak didik," kata Yuges. (rls)

Selamat Hari Raya Idul Fitri dari Hendra Irwan Rahim

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Pendidikan lainnya
Berita Kab. Solok Selatan lainnya