• Selasa, 07-01-2020 • 06:50 WIB

Solusi Atasi Kepik Hitam

Silvia Permata Sari SP MP*

*Dosen Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Unand

<p>Solusi Atasi Kepik Hitam<p>

Hama kembali beraksi ke areal pemukiman warga. Beberapa bulan lalu dihebohkan Tomcat, serangga yang ditakuti karena menyebabkan alergi jika terkena cairannya. Seiring waktu, Tomcat hilang dari peredaran. Abis Tomcat, muncullah Kepik Hitam. Orang Padang menyebutnya "Pianggang."

Sudah beberapa pekan ini, serangga Kepik Hitam menyerbu rumah-rumah warga di Kota Padang. Serangga yang mengeluarkan bau khas menyengat ini, mulai hadir di rumah warga ketika sore datang, bahkan makin banyak di kala malam hari.

Kehadiran tamu tak diundang ini, membuat warga Padang resah. Kenapa tidak? Serangga hitam yang memiliki bau menyengat ini, menyerbu semua ruangan rumah, mulai dari teras hingga masuk ke dalam kamar. Meski serangga ini sudah dikumpulkan dan dibunuh, namun serbuannya semakin banyak. Kemudian bahayanya kepik hitam ini yaitu bisa masuk ke telinga.


Salah satu rumah warga yang diserbu kepik hitam ini, Ibu Kasmawati di Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang. Pengakuan ibu yang berprofresi serbagai guru tersebut mengatakan, sudah beberapa hari ini rumah warga di sekitar sini diserang hama berbau ini.

"Kami merasa tidak nyaman dan takut di kala magrib sudah datang. Apalagi saat sore hari atau ketika hujan turun. Serangga itu ditemukan di belakang rumah, di seluruh ruangan dalam rumah seperti ruang tamu, ruang makan, dapur hingga ke atas tempat tidur," tuturnya.

Serangga hitam meyarap ini, juga menempel di barang-barang, jendela, hingga lemari penyimpanan pakaian dan makanan. Teras rumah dan tanaman-tanaman di halaman rumah, tak luput dari serbuan Kepik Hitam ini.

Ibu Kas juga mengutarakan, kehadiran serangga Kepik Hitam ini menambah pekerjaan dengan anak-anak di kala malam hari untuk mengumpulkan kepik hitam itu agar habis dan tidak menggigit anak cucunya yang baru berumur 4 bulan. Kepik hitam ini tidak pandang bulu dalam menyerang, ia bisa menyerang hingga ke atas kasur, sehingga anak cucunya masih bayi tersebut disungkup orang tuanya dengan kelambu.

Ratusan Kepik Hitam menempel di dinding, di lantai, hingga di sela-sela terkecil di rumah. Meskipun tidak nyaman, keluarga Kasmawati tetap harus siaga untuk membersihkan dan mengumpulkan hewan hitam merayap itu.

Menurut warga lainnya, Witri, hama ini sangat mengganggu aktivitasnya. Apalagi dia tidak lagi bisa maksimal membuat dan menjual kue martabak pisang keju, karena kehadiran hama hitam berbau itu. "Saya cuma bisa buat kue di kala pagi sampai siang, kalau malam kepiknya pada berdatangan. Takutnya masuk ke kue yang saya buat. Akibatnya penghasilan saya berkurang," katanya.

"Kalau sudah magrib, saya matikan lampu karena kalau menyala sebentar saja, langsung banyak Kepik Hitam ini berdatangan," ujar Mita, seorang ibu rumah tangga di Kota Padang. Tak hanya itu, sejumlah swalayan besar yang menggunakan cahaya lampu dan ATM bank yang beroperasi di malam hari, tak luput dari serangan Kepik Hitam ini.

"Kami jadi kewalahan akan kehadiran ribuan kepik ini. Kepik ini mulai hadir mulai petang hari, dan serangannya semakin banyak saat malam hari," ujar Puput petugas salah satu swalayan di Kecamatan Luki Kota Padang juga mengaku sudah beberapa hari ini serangan ribuan kepik hitam ini.

Sejatinya, kepik hitam ini adalah serangga hama di areal persawahan, yang merupakan hama tanaman pangan (seperti pada tanaman padi dan jagung). Binatang kecil merayap ini termasuk ke dalam bangsa kepik (Hemiptera), yang mana ciri khas serangannya mengeluarkan cairan dan bau yang tidak enak.

Fenomena Kepik Hitam ini berterbangan dan hadir di rumah warga disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu populasinya meledak, sedangkan makanannya sedikit atau terbatas. Selain itu, musuh alami dari hama kepik ini sudah berkurang atau mati karena aplikasi pestisida sintetik yang tidak bijaksana oleh petani, ditambah lagi karena faktor iklim (seperti suhu, kelembaban, dan curah hujan), sedangkan hama ini tetap ini bertahan hidup.

Akibatnya, hama Kepik Hitam ini berpindah secara aktif ke daerah baru dengan harapan mendapatkan daerah baru yang mempunyai banyak sumber makanan, tanpa tebang pilih termasuk pemukiman warga.

Kepik hitam ini berkembang biak dengan sangat cepat, terutama di saat musim hujan (curah hujan tinggi) dan bulan purnama. Penyebaran kepik dapat terjadi karena kemampuannya berimigrasi secara aktif, seperti dengan sayapnya bisa terbang dan bermigrasi secara pasif yaitu dengan bantuan lain baik secara sengaja atau tidak sengaja seperti terangkut bersama dengan material tanaman melalui transportasi.

Hama ini termasuk salah satu serangga yang menyukai sensor sinar atau cahaya yang berlebihan. Tidak menutup kemungkinan, serangga kecil ini bisa masuk ke telinga anak-anak yang tidur. Biasanya serangga ini akan datang pada malam hari dan mendekati sumber cahaya.

Solusi mengantisipasi serangan Kepik Hitam ini dapat dilakukan dengan metode sederhana yakni dengan meredupkan sumber cahaya. Kemudian, membuat perangkap jebak air sabun. Bisa dengan memanfaatkan baksom/ember/wadah, lalu isi ember/wadah tersebut air yang diberi sabun cuci kain/sabun cuci piring, kemudian letakkan di dekat sumber cahaya atau di bawah lampu. Kepik hitam tersebut akan tertarik masuk ke dalam perangkap air sabun tersebut.

Selain itu, teknik pengendalian secara mekanik juga dapat dilakukan warga, yaitu dengan cara mengumpulkan serangga Kepik Hitam itu dengan tangan atau plastik, lalu bunuh dan pastikan hama itu kepik hitam itu benar-benar mati, sehingga anda dan anak-anak anda aman dari serangan kepik di tertidur lelap.

Jika kepik sudah sangat banyak, maka dapat disemprot dengan pestisida dari golongan insektisida. Selamat mencoba. (*)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

lainnya