• Selasa, 31-03-2015 • 11:58 WIB

Warga Nahdliyin Berperan Tumbuhkan Sikap Demokratis, Konstitusional dan Taat Hukum

Muhamad Khadafi*

*Sekretaris Tanfidziah NU Payakumbuh

<p>Warga Nahdliyin Berperan Tumbuhkan Sikap Demokratis, Konstitusional dan Taat Hukum<p>

Nahdlatul Ulama (NU) secara organisasi, tidak terikat dengan organisasi politik dan organisasi kemasyarakatan manapun. Setiap warga NU adalah warga negara yang mempunyai hak-hak politik yang juga dilindungi undang-undang.

Hal ini jadi menarik, karena Sumatera Barat pada 2015 ini, akan menggelar pemilu kepala daerah (pilkada) secara serentak, dijadwalkan pada 9 Desember 2015 nanti. Sebagaimana diketahui, organisasi keagamaan maupun kemasyarakatan, kerap ditarik-tarik pada pusaran politik pilkada oleh para kandidat maupun elit politik.

Berikut wawancara dengan Sekretaris Tanfidziah NU Payakumbuh masa khidmat 2015-2020, Muhammad Khadafi, terkait apa yang dilakukan NU bersama warganya (nahdliyin-red), dalam menjalankan fungsi sebagai bagian dari kehidupan berbangsa.


Bagaimana warga NU harus bersikap di pilkada serentak 2015 ini?

Dalam hal warga NU menggunakan hak-hak politiknya, harus dilakukan secara bertanggung jawab, sehingga dapat ditumbuhkan sikap demokratis, konstitusional dan taat hukum serta mengembangkan mekanisme musyawarah-mufakat dalam memecahkan persoalan yang dihadapi.

NU ini didirikan sebenarnya untuk apa?

NU didirikan atas dasar kesadaran dan keinsyafan, bahwa setiap manusia hanya bisa memenuhi kebutuhannya bila bersedia untuk hidup bermasyarakat. NU sebagai jamiiah dinniah adalah wadah bagi para ulama dan pengikut-pengikutnya, yang didirikan pada 16 Rajab 1344 H/31 Januari 1926.

Tujuannya, untuk memelihara, melestarikan, mengembangkan dan mengamalkan ajaran Islam yang berhaluan Ahlusunah Wa jama'ah dan menganut salah satu mazhab yang empat, serta untuk mempersatuan langkah para ulama dan pengikutnya yang bertujuan untuk kemaslahatan masyarakat, kemajuan bangsa serta ketinggian harkat dan martabat manusia.

Artinya?

NU ikut membangun dan mengembangkan insan masyarakat yang bertaqwa kepada Allah SWT, cerdas, terampil, berakhalak mulia, tentram, adil dan sejahtera.

NU mewujudkan cita-cita dan tujuannya melalui serangkaian ikthiar yang didasari dasar-dasar paham yang membentuk kepribadian khas Nahdlatul Ulama. Inilah yang kemudian disebut Khittah Nahdlatul Ulama.

Apa yang dilakukan untuk melaksanakan khittah itu?

Dalam rangka melaksanakan ikthiar-ikthiarnya itu, NU membentuk organisasi yang mempunyai struktur tertentu yang berfungsi sebagai alat untuk melakukan kordinasi bagi tercapainya tujuan-tujuan yang telah ditentukan, baik tujuan yang bersifat keagamaan atau tujuan kemasyarakatan.

Karena, pada dasarnya NU adalah Diniiah dan Jamiaah yang membawakan paham keagamaan, maka ulama sebagai mata rantai pembawa paham Islam Ahlusunah wa jama'ah selalu ditempatkan sebagai pengelola, pengendali, pengawas dan pembimbing utama jalannya organisasi untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan Nahdlatul Ulama menempatkan tenaga-tenaga yang sesuai dengan bidangnya untuk menanganinya. Demikianlah, fungsi organisasi dan kepemimpinan ulama didalamnya.

Peran Kebangsaan NU bagaimana?

Sebagai organisasi kemasyarakatan yang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari keseluruhan bangsa Indonesia, Nahdlatul Ulama selalu menyatukan diri dengan perjuangan nasional bangsa Indonesia.

Keberadaan NU yang senantiasa menyatukan diri dengan perjuangan bangsa, menempatkan NU dan warganya, selalu aktif mengambil bagian dalam pembangunan bangsa menuju masyarakat yang adil dan makmur serta diridhoi Allah SWT.

Karena, setiap warna Nahdlatul Ulama harus menjadi warga negara yang senantiasa menjunjung tinggi Pancasila dan UUD 1945, sebagai Organisasi keagamaan Nahdlatul Ulama bagian yang tidak terpisahkan dari umat Islam Indonesia yang senantiasa memegang teguh prinsip persaudaraan (Al-Ukhuwah), toleransi (Tasamuh), kebersamaan dan hidup berdampingan baik sesama umat Islam baik sesama warga negara yang mempunyai keyakinan atau agama lain untuk bersama-sama mewujudkan cita-cita persatuan dan kesatuan bangsa yang kokoh dan dinamis.

Peran dibidang pendidikan?

Sebagai organisasi yang mempunyai fungsi pendidikan Nahdlatul Ulama senantiasa berusaha secara sadar untuk menciptakan warga negara yang menyadari hak dan keawajibannya terhadap bangsa dan negara. [**]

Wawancara lainnya