Ikan Kancaran Seberat Dua Ton Terjerat Pukat Nelayan Kambang

AI Mangindo Kayo | Rabu, 12-08-2015 | 14:57 WIB | 4012 klik | Kab. Pesisir Selatan
<p>Ikan Kancaran Seberat Dua Ton Terjerat Pukat Nelayan Kambang<p>Ikan Kancaran yang mati, jadi tontonan warga sekitar Pantai Pasir Putih Kambang, Pessel, Rabu (12/8/2015). Sebelumnya, ikan ini masuk pukat nelayan setempat lalu dilepas kembali ke laut. Namun, ikan ini dibawa ombak ketepi dalam keadaan mati. (lelek/valoranews)

VALORAnews - Seekor ikan Kancaran seberat 2 ton, terjerat jaring (pukat) nelayan Kambang, Pessel, Selasa (11/8/2015). Ikan sepanjang lima meter itu, akhirnya dikuburkan warga setempat di tepi pantai, karena dikhawatirkan akan menebar bau tak sedap, Rabu (12/8/2015).

"Untuk mengangkat ikan ini ke tepi pantai, dilakukan sebanyak 20 orang nelayan setempat ke Pantai Pasir Putih Kambang," ungkap Rian (36), warga setempat, beberapa saat lalu.

Dikatakan Rian, Ikan Kancaran ini terjaring jala nelayan setempat sejak seminggu lalu. Saat terjaring, kondisinya masih hidup.


"Saat itu, warga berusaha untuk melepaskannya kembali ke tengah laut dengan harapan ikan besar itu bisa hidup kembali. Namun, dua hari setelah itu ikan tersebut, kembali lagi ketepi terbawa ombak dengan keadaan sudah mati.

"Kejadian nyo alah sekitar saminggu ko. Dulu waktu tasangkuik dipukek kami, ikan tu keadaannyo masih iduik, tapi kami lapean ka tangah buliah nyo bisa iduik. Tau-tau, 2 hari sasudah itu nyo baliak katapi dibaok ombak, tapi lah manjadi bangkai, mungkin karano aia lawik ko ndak manarimo bangkai do, mangkonyo ikan tu tibo di tapi ko baliak," jelas Rudi.

Kemudian, Wali Nagari Pasar Gompong Kambang, Kecamatan Lengayang, Ican membenarkan, adanya penangkapan ikan besar yang tanpa sengaja tersangkut pukat nelayan tersebut. Saat itu, dia sudah menyuruh warga agar secepatnya menguburkan ikan tersebut

"Kami dari pihak nagari sudah menyuruh para nelayan disana untuk segera menguburkan ikan itu, karena kalau lama-lama dibiarkan untuk menjadi tontonan, hal itu nantinya akan mengganggu aktivitas warga dan nelayan yang tinggal di daerah tersebut," tutupnya. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Ranah lainnya
Berita Kab. Pesisir Selatan lainnya