Granit Lantai Mushalla SMKN 2 Bukittinggi Dipasang di Atas Pasir

AI Mangindo Kayo | Rabu, 04-12-2019 | 23:27 WIB | 656 klik | Kota Bukittinggi
<p>Granit Lantai Mushalla SMKN 2 Bukittinggi Dipasang di Atas Pasir<p>Pemasangan lantai granit gedung mushalla SMKN 2 Bukittinggi, di atas taburan pasir tanpa semen. (hamriadi/valoranews)

VALORAnews - Bantuan pemerintah pusat ke Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Bukittinggi sebesar Rp1,3 miliar untuk berbagai pembangunan di sekolah tersebut, berpotensi akan merugikan negara bila dikerjakan dengan kualitas rendah.

"Saya bukan orang teknis meski demikian, kan ada pengawasnya yang mengawasi pelaksanaan pekerjaan itu. Jika pekerjaan selesai, ada kendala setelah itu masa garansinya kan ada," kata Ketua Tim Revitalisasi SMKN 2 Bukittinggi, Hodril, kemarin.

Penyataan Hodril ini terkesan ada unsur pembiaran dalam pelaksanaan pekerjaan secara swakelola itu. Contohnya, pemasangan granit lantai mushalla dilakukan penaburan pasir tanpa semen guna mendapatkan rata-rata pemasangan granit.


Hodril menyebutkan, sebelum pemasangan granit mushalla tersebut, telah dilakukan pengecoran lantai terlebih dulu. Ternyata, ada penaburan pasir tanpa semen. Hal itu akan dibicarakan dengan konsultan.

Idealnya, selaku ketua tim revitalisasi pembangunan, meski tidak berlatar belakang teknik, Hodril, setidaknya mengetahui garis kasar pekerjaan karena telah ditunjuk sebagai ketua tim.

Hanya saja, Hondril menyebutkan, dia tidak mengetahui spesifikasi pelaksanaan pekerjaan termasuk Rencana Anggaran Biaya (RAB) pekerjaannya itu sendiri.

"Saya tidak memiliki RAB-nya. Apakah dalam spek penaburan pasir sebelum pemasangan granit dibolehkan bakal ditanyakan ke konsultan," katanya.

Hodril menyebutkan, ia juga tidak mengetahui konsultan pengawas, apakah perseorangan atau dari lembaga sebuah perusahaan yang bergerak di bidang teknik.

"Pada tahun sebelumnya, bantuan pusat juga diterima sekolah dengan konsultannya yang sama, artinya kita hanya meneruskan aja," tuturnya.

Pernyataan Hodril yang tidak mengetahui RAB, bertolak belakang dengan pernyataan KTU Kacabdin Dinas Pendidikan, Yefilindawati yang menyebutkan, batuan dari pusat tersebut didapatkan setelah pengajuan proposal oleh sekolah langsung.

"Proposal yang dibuat pihak sekolah, ada RAB-nya. Kami dari Kacabdin tidak ada pengawasan melekat terhadap pekerjaan itu. Hanya sekadar mengetahuinya saja," kata dia.

Ia memastikan, pekerjaan itu dikerjakan pihak SMKN 2 Bukittinggi dilengkapi dengan petunjuk teknis. "Petunjuk teknis dalam pekerjaan yang dikerjakan secara swakelola itu, adanya di sekolah," sebutnya.

Program Revitalisasi SMK

Kepala Sekolah SMKN 2 Bukittinggi, Meri Desna menyebutkan, bantuan Rp1,3 miliar merupakan program revitalisasi SMK pada 2019.

"Dana Rp1,3 miliar dipergunakan untuk berbagai pembangunan yaitu membangun mushalla, pemasangan batu alam di halaman sekolah dan perbaikan ruang kelas di gedung II, Ranjau. Desember 2019 ini pekerjaanya tuntas dikerjakan," ucapnya. (ham)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Pendidikan lainnya
Berita Kota Bukittinggi lainnya