Jam Operasional BIM jadi 08.00-20.00 WIB, Ini Sebabnya

AI Mangindo Kayo | Sabtu, 11-04-2020 | 17:29 WIB | 369 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Jam Operasional BIM jadi 08.00-20.00 WIB, Ini Sebabnya<p>Kapolsek Kawasan BIM beserta jajaran, memastikan setiap traveler menggunakna masker dalam rangka pencegahan penyebaran Cov-19 di BIM, Sabut (11/4/2020). (humas)

VALORAnews - PT Angkasa Pura II (Persero) Kantor Cabang BIM, melakukan penyesuaian jam operasional bandara guna optimalisasi layanan dan mendukung pencegahan penyebaran Corona Virus Diseases 2019 (Covid19).

Executive General Manager PT Angkasa Pura II (Persero) Cabang BIM, Yos Suwagiyono menegaskan, dipersingkatnya jam operasional ini dapat menjaga aspek kesehatan traveler dan personel bandara.

"Pada masa penuh tantangan akibat mewabahnya Covid19 ini, yang paling utama adalah kesehatan dan keselamatan traveler serta personel bandara. Kami sudah melakukan penyesuaian pola operasional dan penyesuian jam operasional, sehingga memungkinkan diterapkannya konsep work from home dan physical distancing bagi personel operasional di bandara," jelas Bang Yos, demikian dia karib disapa dalam siaran pers yang diterima, Sabtu (11/4/2020).


Per 14 April 2020 sampai 14 Mei 2020, Bandara Internasional Minangkabau akan memberlakukan jam operasional jadi pukul 08.00 WIB sampai 20.00 WIB dari yang sebelumnya 05.00 WIB sampai 24.00 WIB.

Dikatakan Bang Yos, kebijakan ini telah mendapat persetujuan dari regulator dengan diterbitkannya Notice to Airmen terkait jam operasional bagi masing-masing bandara di bawah naungan PT Angkasa Pura II (Persero).

Sebelumnya, dalam siaran pers Kantor Pusat PT Angkasa Pura II (Persero), President Director Muhammad Awaluddin memastikan, meski jam operasional dipersingkat, namun bandara-bandara itu akan tetap siaga untuk mengantisipasi sejumlah penerbangan dalam kondisi khusus.

"Jam operasional di 12 bandara dipersingkat di tengah pandemi Covid19, namun demikian PT Angkasa Pura II tetap siaga apabila ada pesawat yang mengalami kendala teknis dan operasional dan membutuhkan bandara untuk mendarat," terangnya.

"Kami juga siaga jika ada penerbangan terkait medis dan penerbangan logistik khususnya yang mengangkut sampel infection substance Covid19," tambah dia.

"Selain itu, bandara juga tetap dibuka jika ada pesawat yang terpaksa mendarat di luar jam operasional bandara, karena misalnya ada keterlambatan keberangkatan di titik origin dan lain sebagainya," ujar Muhammad Awaluddin.

"Sedangan untuk Bandara seperti Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma dan Kualanamu masih beroperasi 24 jam."

Sesuai dengan yang telah disampaikan pada siaran pers terdahulu bahwa PT Angkasa Pura II melakukan penyesuaian pola operasional di bandara-bandara yang dikelola. Pola operasional yang dapat ditentukan di setiap bandara adalah Normal Operation, Slow Down Operation, Minimum Operation dan Terminate Operation.

Penetapan pola operasional itu dilakukan dengan mempertimbangkan tren pergerakan penumpang pesawat dan frekuensi penerbangan di BIM.

Melalui pola operasional yang ada maka BIM dapat melakukan optimalisasi terhadap fasilitas dan personel di tengah pandemi global Covid19. Sebagai catatan, sekarang di BIM telah diberlakukan aturan wajib menggunakan APD (masker) bagi semua petugas, pengunjung dan pengguna Bandara. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Bisnis lainnya
Berita Provinsi Sumatera Barat lainnya