19 Bandara di Bawah PT AP II Berhenti Operasi, Kecuali Aktifitas Berikut

AI Mangindo Kayo | Kamis, 23-04-2020 | 21:34 WIB | 532 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>19 Bandara di Bawah PT AP II Berhenti Operasi, Kecuali Aktifitas Berikut<p>Terminal Bandara Internasional Minangkabau (BIM) sepi dari aktivitas sejak diberlakukannya slow down operational, beberapa waktu lalu. Terhitung, Jumat (24/4/2020), operasional bandara dihentikan kecuali kegiatan tertentu. (humas bim)

VALORAnews - Bandara dibawah pengelolaan PT Angkasa Pura II (Persero) untuk periode 24 April sampai 1 Juni 2020, hanya melayani penerbangan kargo dan sejumlah penerbangan khusus. Penerbangan penumpang berjadwal dan tidak berjadwal, sementara waktu tidak dioperasikan pada rentang waktu tersebut.

"Ini sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan No 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Musim Mudik Idul Fitri 1441 H dalam rangka Pencegahan Penyebaran Covid19," ungkap VP of Corporate Communication PT Angkasa Pura II, Yado Yarismano dalam pernyataan tertulis yang diterima Kamis (23/4/2020).

Dikatakan, PT Angkasa Pura II tengah berkoordinasi dengan Kemenhub mengenai petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis terkait Permenhub tersebut, untuk kemudian disesuaikan dengan pola operasional di seluruh bandara.


"Pastinya, bandara tetap beroperasi untuk melayani penerbangan kargo dan sejumlah penerbangan khusus," ujar Yado Yarismano

Ada 19 bandara dibawa pengelolaan PT Angkasa Pura II. Yaitu Soekarno-Hatta (Tangerang), Halim Perdanakusuma (Jakarta), Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang), Kualanamu (Deli Serdang), Sultan Syarif Kasim II (Pekanbaru), Silangit (Tapanuli Utara).

Lalu, Raja Haji Fisabilillah (Tanjung Pinang), Supadio (Pontianak), Banyuwangi, Radin Inten II (Lampung), Husein Sastranegara (Bandung), Depati Amir (Pangkalpinang), Sultan Thaha (Jambi), HAS Hanandjoeddin (Belitung), Tjilik Riwut (Palangkaraya) dan Kertajati (Majalengka), Fatmawati Soekarno (Bengkulu), Sultan Iskandar Muda (Aceh) dan Minangkabau (Padang).

"Perseroan memiliki 4 opsi pola operasional yang dapat disesuaikan sesuai dengan kondisi yang ada," ungkap Yado Yarismano.

Selama masa penghentian operasional itu, bandara hanya akan melayani penerbangan pimpinan lembaga tinggi Negara Republik Indonesia dan tamu/wakil kenegaraan dan perwakilan organisasi internasional. Kemudian, operasional penerbangan khusus repatriasi (repatriasi flight) pemulangan WNI maupun WNA.

Selanjutnya, operasional penegakan hukum, ketertiban, dan pelayanan darurat serta operasional angkutan kargo (kargo penting dan esensial).

"Pesawat konfigurasi penumpang dapat digunakan untuk mengangkut kargo di dalam kabin penumpang (passenger/cabin compartement) khusus untuk pengangkutan kebutuhan medis, kesehatan dan sanitasi serta pangan," terang Yando.

"Operasional lainnya, dengan seijin dari menteri dalam rangka mendukung percepatan penanganan Covid19," tambahnya.

Bandara juga tetap operasional untuk bandara alternatif, apabila terdapat pesawat yang mengalami kendala teknis dan operasional, dan membutuhkan bandara untuk mendarat. "Penerbangan yang mengangkut sampel infection substance Covid19 juga tetap dilayani," tambahnya. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Bisnis lainnya
Berita Provinsi Sumatera Barat lainnya