PLTP Muara Laboh Resmi Beroperasi, Investasi Capai 8 Triliun

AI Mangindo Kayo | Senin, 17-02-2020 | 13:50 WIB | 199 klik | Kab. Solok Selatan
<p>PLTP Muara Laboh Resmi Beroperasi, Investasi Capai 8 Triliun<p>Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno, Plt Bupati Solok Selatan, Abdul Rahman, CEO SEML, Nisriyanto, perwakilan PT PLN (Persero), ENGIE, Sumitomo Corporation serta perwakilan pemberi dana JBIC, ADB, NEXI, Mizuho Bank, SMBC Bank dan MUFG Bank foto bersama usai peresmian Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Muara Labuh Tahap I diresmikan Senin (17/2/2020). (humas)

VALORAnews - Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Muara Labuh Tahap I diresmikan Senin (17/2/2020). Pembangkit berkapasitas 85 megawatt (MW) dengan investasi US$580 juta atau setara Rp8 triliun itu, di bawah naungan PT Supreme Energy Muara Laboh (SEML).

Founder and Chairman PT SEML, Supramu Santosa mengatakan, Commercial on Date (CoD) Muara Laboh Tahap I dan rencana pengembangan Tahap II, merupakan bukti komitmen yang sangat kuat dari Supreme Energy dan mitra internasionalnya, terhadap pengembangan energi panas bumi di Indonesia.

"Kami menghargai dukungan yang kuat dan terus menerus dari pemerintah, PLN dan masyarakat Solok Selatan khususnya selama kegiatan eksplorasi dan pengembangan," kata dia saat peresmian.


PT SEML merupakan perusahaan patungan dari Supreme Energy, ENGIE dan Sumitomo Corporation. Pembangkit listrik berbasis energi baru dan terbarukan (EBT) ini, akan memasok listrik untuk 340.000 rumah tangga khususnya di Solok Selatan dan daerah tetangga.

Hadir dalam peresmian itu, Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno, Plt Bupati Solok Selatan, Abdul Rahman, CEO SEML, Nisriyanto, perwakilan PT PLN (Persero), ENGIE, Sumitomo Corporation serta perwakilan pemberi dana JBIC, ADB, NEXI, Mizuho Bank, SMBC Bank dan MUFG Bank.

Studi pendahuluan proyek pengembangan PLTP Muara Laboh, dimulai pada 2008 dilanjutkan penandatanganan perjanjian jual beli listrik (power purchase agreement/PPA) dengan PT PLN (Persero) pada 2012.

Setelah dilakukan kegiatan eksplorasi dan eksploitasi, pada 16 Desember 2019, PLTP Muara Laboh Tahap 1 mulai beroperasi secara komersial (COD). Saat ini, Supreme Energy juga dalam tahap pembicaraan dengan PLN dan Kementerian ESDM, untuk pengembangan PLTP Muara Laboh Tahap 2 dengan kapasitas 65 MW.

Pengembangan yang diperkirakan membutuhkan total investasi US$400 juta dan akan segera dimulai eksplorasinya setelah negoisasi PPA selesai. (rls)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Bisnis lainnya
Berita Kab. Solok Selatan lainnya