Ini Asupan Gizi untuk Antisipasi Covid19 menurut Pakar dari Kedokteran Unand

AI Mangindo Kayo | Selasa, 26-05-2020 | 14:20 WIB | 131 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Ini Asupan Gizi untuk Antisipasi Covid19 menurut Pakar dari Kedokteran Unand<p>Infografis gizi seimbang untuk memperkuat imunitas tubuh.

VALORAnews - Pakar gizi Fakultas Kedokteran Unand, Prof Nur Indrawaty Lipoeto menerangkan, SARS-CoV-2 (virus corona penyebab pandemi Covid19-red) dapat mengenali reseptor Angiotensin Converting Enzyme 2 (ACE2) manusia secara lebih efisien dari pada virus SARS-CoV (penyebab wabah SARS pada 2003).

Hal itu dikatakan Prof Indrawaty pada webinar dengan topik "Peran Gizi dan Promosi dalam Pencegahan Penularan Covid19' yang digelar Dewan Pengurus Pusat Ikatan Keluarga Alumni Fakultas Kesehatan Masyarakat (DPP IKA FKM) Unand bersama Departemen Gizi FKM Unand dan Dinkes Sumbar, Rabu (20/5/2020) lalu.

"Kemampuan itulah yang kemudian menyebabkan lebih tingginya kemampuan SARS-CoV2 untuk menular dari manusia ke manusia sampai menyebabkan pandemik dibandingkan SARS-CoV," ungkap Prof Indrawaty dalam diskusi yang dipandu Ketua DPP IKA FKM Unand, Dr Helmizar.


Dikatakan, ACE2 ini juga ditemukan pada ikan, amphibi, reptil, burung dan mamalia. "Semua kategori hewan ini dapat jadi pembawa virus Covid19. Agar aman dikonsumsi, maka harus dimasak dengan matang," urainya.

Agar tidak terjadi penularan, Prof Indrawaty menyarankan, sebaiknya tidak makan bersama dengan alat makan yang sama. "Setelah menggunakan alat makan, harus dicuci bersih," tegas dia.

Dalam konteks gizi seimbang dan upaya pencegahan Covid19, Prof Indrawaty menerangkan, diperlukannya pertahanan tubuh yang optimal. Sedangkan dari segi nutrisi, dia merekomendasikan untuk memperhatikan indeks masa tubuh yang normal.

Kemudian, konsumsi aneka ragam makanan sesuai dengan pedoman gizi seimbang. Lalu, menghindari konsumsi suplemen secara berlebihan. "Pada beberapa kasus, mungkin diperlukan terapi atau suplemen khusus. Ini memerlukan konsultasi dengan dokter," terangnya.

"Asupan nutrisi akan memengaruhi daya tahan tubuh. Jika kurang gizi, pertahanan tubuh jadi lembah sehingga mudah terinfeksi," tambah Prof Indrawaty.

Dikatakan, indeks massa tubuh yang tinggi (kelebihan berat badan atau kegemukan-red), jadikan seseorang rentan terinfeksi lainnya seperti influenza dan lebih beresiko terkena komplikasi. Hal ini akan menyebabkan penyakit lebih parah.

Agar tak mudah terjangkit, Prof Indrawaty menyarankan, setiap lapisan masyarakat melakukan praktek imunonutrisi (immunonutrients) secara mandiri. Imunonutrisi adalah pemberian nutrien spesifik yang bertujuan memodulasi fungsi imunologi tubuh.

"Konsep ini adalah untuk melindungi dan merangsang sistem kekebalan tubuh dengan tujuan mengurangi komplikasi infeksi, mengurangi kegagalan multiorgan, mengurangi waktu pada ventilasi mekanik dan memperpendek masa rawat-inap di RS dan ICU," ungkapnya.

Imunonutrisi yang diperlukan untuk antisipasi Covid19 adalah Vitaman A (besi), B (selenium), C (zinc), D (tembaga), asam lemak, Omega3 (EPA-DHA) dan flavonoid.

Vitamin A berdasarkan angka kecukupan gizi (AKG) dewasa, diperlukan sebanyak 600-650 mcg. Kandungan nutrisi per 100 gram Vitamin A ini dapat diperoleh dari minyak ikan dengan 24.442 mcg, hati ayam (4.957 mcg), mentega (1.000 mcg), kuning telur (6060 mcg), cabai merah (486 mcg), wortel (333 mcg), bayam (273,5 mcg), kangkung (197,5 mcg) dan labu kuning (131 mcg).

"Suplementasi vitamin A kadang dapat meningkatkan keparahan pneumonia. Perlu hati-hati dalam pemberian vitamin A selama infeksi aktif," terang dia.

Sumber Vitamin B6 (AKG dewasa 1,3-1,7 mg) per 100 gram yaitu ikan tuna (0,933 mg), hati ayam (0,755 mg), salmon (0,611 mg), dada ayam tanpa kulit (0,513 mg), pisang (0,367 mg), kentang (0,269 mg), daging sapi (0,268 mg) dan nasi dari beras coklat (0,122 mg).

Sumber Vitamin B12 (AKG dewasa 4 mcg) secara umum banyak terdapat di makanan hewani. Sedangkan dari sumber lain, per 100 gram makanan itu terdapat kandungan gizinya pada nori (76 mcg), kerang (20,22 mcg), hati ayam (16,71 mcg), ikan kembung (7,56 mcg), salmon (4,44 mcg), daging sapi (2,6 mcg), tuna (2,55 mcg), kuning telur (1,87 mcg), susu sapi (0,45 mcg) dan tempa (0,14 mcg).

Sumber folat (AKG dewasa 400 mcg) per 100 gram makanan terdapat pada hati ayam (573 mcg), bayam (145 mecg), kacang tanah (120 mcg), brokoli (107 mcg), jeruk (30 mcg), tahu (27 mcg), stroberi (24 mcg) dan tempa (21 mecg).

Sumber Vitamin C (AKG dewasa 75-90 mg) per 100 gram makanan terdapat pada kiwi (92,7 mg), jambu biji (87 mg), cabai hijau (84 mg), pepaya (78 mg), brokoli 64,5 mg), stroberi (58,8 mg), lemon (50 mg) dan jeruk manis (49 mg).

Sumber Vitamin D (AKG dewasa 15-20 mcg) per 100 gram makanan terdapat pada ikan kembung (16,8 mcg), salmon (13,7 mcg), kuning telur (6,1 mcg), ikan sarden (4,8 mcg), susu sapi (1,3 mcg) dan tuna (1,2 mcg).

"Berjemur pada pukul 09.00 selama 25 menit atau pukul 11.00-13.00 selama 7,5 menit, juga dapat menghasilkan 67,5 mcg per kali pelaksanaan," ungkap dia.

Sumber Vitamin E (AKG dewasa 15-20 mg) per 100 gram makanan terdapat pada minyak bunga matahari (51 mg), kuaci bunga matahari (26,1 mg), almond (25,97 mg), minyak jagung (21 mg), minyak kacang kedelai (18 mg), minyak kanola (17,46 mg), minyak kelapa sawait (15,94 mg), margarin (15 mg), minyak zaitun (14,35 mg) dan minyak kacang tanah (13 mg).

Sumber selenium (AKG dewasa 24-30 mcg) per 100 gram makanan terdapat pada nasi, jeroan, daging dan susu. Untuk tumbuhan, dia sangat tergantung pada kadar di tanah. Sumber seng (AKG dewasa 8-11 mg) per 100 gram makanan terdapat pada tiram (78,26 mg), kepiting (3,79 mg), daging sapi (5,2 mg), hati ayam (3,95 mg), keju (2,8-3,2 mg) dan kuning telur (2,5 mg).

Sumber tembaga (AKG dewasa 0,9 mg) per 100 gram makanan terdapat pada tiram (4,4 mg), cokelat (3,79mg), lobster (1,94 mg), kacang (1,1-2,2 mg) dan hati ayam (0,84 mg).

Sumber besi (AKG dewasa 9 mg untuk laki-laki dan 8-18 mg untuk perempuan) per 100 gram makanan terdapat pada hati ayam (15,8 mg), kerang (15,6 mg), tiram (8,26 mg), bayam (5,7 mg), tempe (4,9 mg), kangkung (4,4 mg), tahu (4,1 mg) dan daging sapi (2,8 mg).

Sumber EPA dan DHA per 100 gram makanan terdapat pada ikan makarel/kembung (0,94 g dan 1,522 g), sarden (0,4738 g dan 0.509 g), salmon (0,229 g dan 0,419 g), tiram (0,352 g dan 0,271 g) serta minyak ikan.

Dalam webinar ini, Prof Nur Indrawati Lipoeto menyampaikan materi tentang 'Peran Gizi dan Pencegahan Covid19' dan Dr Azrimaidaliza (Departemen Gisi FKM Unand) yang memaparkan makalah tentang 'Peran Akademisi dalam Promosi untuk Pencegahan Covid19'.

Sedangkan Kepala Bidang Promosi Kesehatan Dinkes Sumbar, Desra Elena Desra Elena memaparkan materi tentang 'Implementasi Promosi untuk Pencegahan Covid19 di Sarana Kesehatan.' Webinar terbatas untuk 100 orang peserta melalui aplikasi zoom cloud meeting itu, dibuka Ketua Harian DPP IKA Unand, Surya Tri Harto. Karena peminatnya cukup banyak, panitia akhirnya menyiarkan secara langsung diskusi tersebut melalui akun facebook IKA FKM Unand. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Berita Pendidikan lainnya
Berita Provinsi Sumatera Barat lainnya